Investasi Rp 10,7 Triliun, Kehadiran PT Kotafajar Semen Indonesia Dinilai Jadi Peluang Tingkatkan PAD 

Praktisi Pendidikan Aceh Selatan, Hasbaini, S.Pd., M.Pd
Bagikan:

“Dengan di bangunnya pabrik semen dengan nilai investasi mencapai Rp 10,7 triliun, maka daerah akan mampu meningkatkan PAD dan lapangan kerja baru bagi masyarakat, tentunya dengan menciptakan iklim investasi yang bersahabat,” kata Hasbaini, Jumat (15/04/2022).

ANTARANNEWS.COM, TAPAKTUAN – Aceh Selatan merupakan daerah yang kaya akan bahan mineral misalnya bijih besi, emas, batu gamping, dan marmer. Namun potensi ini belum mampu dimaksimalkan karena masih terbatasnya investasi disektor ini dan berbagai regulasi yang masih tumpang tindih antara daerah dan Pusat, serta isu lingkungan dan aspek sosial lainnya.

Baca Juga:  Seorang Pria di Bener Meriah Gantung Diri di Kebun Kopi

PT. Kotafajar Semen Indonesia (KSI) akan menginvestasikan dana mencapai 750 juta USD atau sekitar Rp 10,7 triliun rupiah dengan pembangunan pabrik semen berkapasitas 6 juta ton/tahun dengan lahan seluas 1.234 hektar di Gampong Pulo Ie II dan Ujung Padang Asahan, Kecamatan Pasie Raja dan Gampong Gunung Pulo serta Pasie Kuala Asahan, Kecamatan Kluet Utara, Kabupaten Aceh Selatan yang tahapannya telah memasuki tahap uji kelayakan dokumen Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca Juga:  Peduli Warga Kurang Mampu, Kapolsek Kluet Timur Salurkan Bansos

Hasbaini, S.Pd., M.Pd yang merupakan praktisi pendidikan di Aceh Selatan mengapresiasi atas gebrakan Pemerintah Daerah yang telah mampu menghadirkan investasi ini. “Dengan di bangunnya pabrik semen dengan nilai investasi mencapai Rp 10,7 triliun, maka daerah akan mampu meningkatkan PAD dan lapangan kerja baru bagi masyarakat, tentunya dengan menciptakan iklim investasi yang bersahabat,” kata Hasbaini, Jumat (15/04/2022).

Lanjutnya, dengan hadirnya pabrik semen ini akan menciptakan klaster ekonomi baru di masyarakat. Karenanya, ia meminta kepada pemerintah, LSM dan masyarakat maupun pihak terkait untuk terus mengawal proses investasi tersebut, dan kepada PT KSI dalam pengrekrutan tenaga kerja harus mengutamakan putra daerah dengan sertifikasi dan kompetensi masing-masing. “Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial,” pungkasnya.(*)

Baca Juga:  Realisasi Imunisasi Polio Tahap Dua di Abdya Capai 99,5%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.