Jadi Orang Tua Asuh, Dandim/0119 Bener Meriah : Kita Harus Bersatu Lawan Stunting

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0119 Bener Meriah, Letkol Infantri Eko Wahyu Sugiarto, menghadiri kegiatan pengukuhan orang tua asuh penanganan stunting tingkat Kampung di gedung Aula Serbaguna Kampung Tingkem Bersatu Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (5/10/2022). Foto Ist
Bagikan:

“Kita harus bersatu melawan stunting, saling bekerjasama dengan seluruh elemen yang terkandung dalam indikator keberhasilan melawan stunting termasuk didalamnya Pemerintah dan elemen – elemen lainnya yang ikut mendukung program pencegahan stunting di tingkat Desa khususnya,” ucap Dandim Eko.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Komandan Distrik Militer (Dandim) 0119 Bener Meriah, Letkol Infantri Eko Wahyu Sugiarto, menghadiri kegiatan pengukuhan orang tua asuh penanganan stunting tingkat Kampung di gedung Aula Serbaguna Kampung Tingkem Bersatu Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Rabu (5/10/2022).

Dalam sambutannya, Dandim yang menjadi orang tua asuh dari anak-anak stunting tiga kampung yakni, Kampung Tingkem Bersatu, Kampung Tingkem Asli, dan Kampung Kutelintang, mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kabupaten berhawa sejuk tersebut.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Selatan Teken PKS Sertifikat Elektronik dengan BSSN

“Kita harus bersatu melawan stunting, saling bekerjasama dengan seluruh elemen yang terkandung dalam indikator keberhasilan melawan stunting termasuk didalamnya Pemerintah dan elemen – elemen lainnya yang ikut mendukung program pencegahan stunting di tingkat Desa khususnya,” ucap Dandim Eko.

Lebih lanjut, Eko mengajak orangtua penyintas stunting agar secara rutin membawa anaknya kepada bidan desa guna mendapatkan perawatan dalam rangka menurunkan angka stunting di Desa masing-masing.

“Kepada para ibu-ibu agar rutin membawa anaknya kebidan desa, nantinya, disana anak –anak akan mendapatkan perawatan seperti imunisasi, vaksinasi, serta perbaikan giji yang berperan penting dalam menghapus kasus stunting di masing – masing Desa,” tambahnya.

Baca Juga:  Warga Trumon Raya Minta Pemerintah Percepat Rehab Rekon dan Perbaiki Ekonomi Rakyat

Sementara itu, camat Bukit, Ismail, SE, M.Si, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa terkait masalah stunting bukan hanya tugas tenaga kesehatan dan kepala puskesmas, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah, angka stunting di Bener Meriah mulai menurun. Kami sudah melakukan berbagai upaya, diantaranya melakukan diskusi lintas sektor terkait penyebab-penyebab stunting di Kecamatan Bukit khususnya,” terang Ismail.

Ismail menambahkan, salah satu factor penyebab stunting di Kecamatan Bukit adalah ketersediaan air minum yang belum termasuk kategori sehat sesuai standart Dinas Kesehatan.

Baca Juga:  Memasuki Lebaran, Pabrik Sawit Hentikan Operasi Sementara, Ini Jadwalnya Dibuka Kembali

Menurutnya, dari 40 kampung di Kecamatan Bukit, hanya satu kampung yang air minumnya masuk kategori air minum sehat. Salah satu indicator adalah sebagian besar masyarakat mengkonsumsi air yang berasal dari sungai Wih Delung yang hulunya telah banyak dirusak dan digunduli.

“Kami sedang mencoba melakukan perlindungan sumber air dengan memasukan hulu sungai menjadi wilayah hutan adat, semoga nantinya, upaya ini akan akan berhasil menciptakan sumber air konsumsi yang masuk kategori sehat sesuai standar dinas kesehatan,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil Bukit, Kapolsek Bukit, Babinsa dan Bhabinkantibmas masing-masing desa, tenaga kesehatan, dan kader posyandu setempat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.