Jadi Salah Satu Oleh – Oleh Khas Bener Meriah, Ini Harga Markisa Sekarang

Harga markisa di Bener Meriah masih tergolong stabil. Pantauan antarannews.com, Minggu (07/08/2022), harga markisa ditingkat petani masih berada dikisaran Rp 12.000/Kg sampai Rp 13.000/Kg. ANTARAN / SYAH ANTONI
Bagikan:

“Biasanya markisa tersebut dijual kembali dipinggir jalan KKA lintas Bener Meriah – Lhokseumawe dengan harga lebih mahal Rp 25.000/Kg,” ucap Badri melalui telepon seluler, Minggu (07/08/2022) pagi.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG- Harga markisa di Bener Meriah masih tergolong stabil. Pantauan antarannews.com, Minggu (07/08/2022), harga markisa ditingkat petani masih berada dikisaran Rp 12.000/Kg sampai Rp 13.000/Kg.

Badri (42), salah seorang pengumpul markisa di Desa Uning Sejuk, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah kepada antarannews.com mengatakan, harga jual ditingkat petani cukup berbeda jauh dengan harga jual eceran dipinggir jalan, yaitu dikisaran Rp 24.000/Kg sampai Rp 25.000/Kg.

Baca Juga:  Dua Gampong Di Kluet Timur Aceh Selatan Sukses Gelar Pilciksung

Ia mengaku, hanya menampung buah markisa dari petani untuk dijual kembali ke toke – toke penjual eceran dipinggiran jalan lintas Kabupaten. Biasanya, ia mengambil dari petani Rp 12.000/Kg hingga Rp 13.000/Kg, kemudian dijual kembali Rp 14.000/Kg.

“Biasanya markisa tersebut dijual kembali dipinggir jalan KKA lintas Bener Meriah – Lhokseumawe dengan harga lebih mahal Rp 25.000/Kg,” ucap Badri melalui telepon seluler, Minggu (07/08/2022) pagi.

Baca Juga:  Camat Sawang Ajak Panwascam Utamakan Netralitas 

Badri menambahkan, selama ini sebagian besar markisa hasil kebun petani hanya dijual secara eceran dipasar lokal, belum ada pemasaran skala besar seperti komoditi palawija.

“Biasanya dijual di pasar lokal, yang menjadi target pemasaran adalah turis atau wisatawan luar yang datang berkunjung ke Bener Meriah. Dalam hal pemasaran, markisa tidak berbeda jauh dengan terung Belanda,” tambahnya.

Badri berharap, pemerintah dapat memanfaatkan potensi Bener Meriah sebagai salah satu sentra produsen buah markisa. Menurutnya, iklim dan kondisi tanah dibeberapa kawasan daerah bersuhu sejuk tersebut sangat cocok dijadikan tempat budidaya tanaman markisa skala besar.

Baca Juga:  Dukung Wirausahawan Muda, PIP Gelar UMi Youthpreneur 2022

“Kami berharap, pemerintah dapat membuka kran pemasaran buah markisa lebih luas lagi, bukan hanya skala lokal saja, mengingat daerah kita sangat cocok dijadikan sentral produksi buah markisa, terlebih lagi, markisa dapat menjadi tanaman tumpang sari di perkebunan kopi, perawatannyapun tergolong mudah,” tutup Badri.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.