Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Cabang Blangpidie Lakukan OP

Kepala Perum Bulog Cabang Blangpidie, Hamdani
Bagikan:

“Untuk kecamatan lain akan menyusul, begitu juga dengan wilayah lain yang masuk dalam jangkauan Perum Bulog Cabang Blangpidie,” kata Hamdani.

Jurnalis : Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Perum Bulog Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus mengupayakan operasi pasar (OP) untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Seperti diketahui, harga beras di pasaran mengalami kenaikan bervariasi mulai dari Rp 12.500 – Rp 14.500/Kg tergantung jenis dan kualitas.

Kenaikan harga beras dimaksud kian hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat, tak terkecuali Abdya yang juga merupakan salah satu kabupaten penghasil beras.

Baca Juga:  Kodim 0107/Aceh Selatan Laksanakan Tradisi Pelepasan Pejabat Dandim Lama

Kepala Perum Bulog Cabang Blangpidie, Hamdani kepada wartawan Selasa (05/09/2023) mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran, pihaknya terus mengupayakan OP di sejumlah titik.

Bahkan dalam bulan September ini saja, telah ada empat kecamatan yang menjadi sasaran OP diantaranya, Kecamatan Manggeng, Babahrot, Blangpidie dan Kuala Batee.

“Untu kecamatan lain akan menyusul, begitu juga dengan wilayah lain yang masuk dalam jangkauan Perum Bulog Cabang Blangpidie,” kata Hamdani.

Tidaknya hanya itu, lanjut Hamdani, pihaknya juga dibantu puluhan mitra yang tersebar di seluruh wilayah untuk membantu masyarakat guna mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau.

Baca Juga:  Usai Upacara Bendera, Prajurit Kodim 0107/Asel Terima Arahan Dari Dandim

Dikatakan, pelaksanaan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras di tingkat konsumen ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras agar daya beli masyarakat terjaga dan inflasi terkendali di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang meminta agar stok dan harga beras betul-betul dijaga dan dihitung sesuai kondisi di lapangan.

Dibanding harga beras premium kemasan 5 kilogram lainnya yang rata-rata mencapai Rp 65.000 – Rp 75.000 /kilogramnya, memang harga beras Bulog ini masih dibawah harga rata-rata di pasaran yakni Rp 11.500 /Kg, sedangkan harga tebus pada gudang Bulog yakni Rp 10.500/kilogram. Hal itulah yang menyebabkan beras ini kian dicari warga.

Baca Juga:  Iqbal Piyeung Nilai Achmad Marzuki Sosok Yang Tepat PJ Gubernur Aceh

“Untuk persediaan di gudang Bulog masih aman, ada sekitar 2.000 ton. Saat ini kami juga sedang menyiapkan beras untuk bantuan pangan isi 10 kilogram,” paparnya.

Upaya menjaga stok dan harga beras untuk tetap stabil, lanjutnya, sangat penting dan menjadi prioritas, mengingat beras merupakan komoditas pangan pokok yang dikonsumsi oleh mayoritas masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.