Jaksa Gayo Lues : Judi Online Masuk Tindak Pidana ITE

Jaksa Goes To Campus Tahun 2023 Kejaksaan Negeri Gayo Lues. ANTARAN/Foto ist
Bagikan:

Selain itu, teror Online, menyebarkan video asusila, meretas akun media sosial orang lain dan lain-lain masuk dalam tindak pidana ITE (Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Gayo Lues melaksanakan program, Jaksa Goes To Campus Tahun 2023. Kegiatan itu mengangkat tema “Mewujudkan Mahasiswa-Mahasiswi yang Berwawasan Kebangsaan Serta Memiliki Kesadaran Hukum,”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampus STIT Syekh Saman Al-Hasan, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayoe Lues, pada Jumat (10/11/2023).

Hadir pada kegiatan itu, Kajari Gayo Lues diwakili Kasubsi Prapenuntutan, Octafian Haji Kusuma SH, Ketua STIT Syekh Saman Al-Hasan Gayo Lues, Fitriani M.Pd.I, Ketua Yayasan Rumah Belajar Berkah, Serimah Aini S.Pd., M.Pd, para Staf Kejari Gayo Lues serta Mahasiswa/Mahasiswi Kampus STIT Syekh Saman Al-Hasan.

Baca Juga:  Semarakkan HUT Kemerdekaan RI ke 78, Pemkab Gayo Lues Gelar Pawai Obor

Kepala Kajari Gayo Lues yang diwakili Kasubsi Prapenuntutan, Octafian Haji Kusuma SH menyebutkan, menyebarkan hoax atau berita bohong, judi online, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, pengancaman dan pemerasan.

Selain itu, teror Online, menyebarkan video asusila, meretas akun media sosial orang lain dan lain-lain masuk dalam tindak pidana ITE (Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik).

Octafian Haji Kusuma SH, juga mengatakan Jaksa Goes to Campus merupakan kegiatan penyuluhan hukum dan penerangan hukum yang dilakukan di kampus.

Baca Juga:  Kendati Diguyur Hujan, Pemkab Aceh Selatan Tetap Gelar Takbir Keliling

“Dimana dalam kegiatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan hukum kepada para mahasiswa/mahasiswi, yang diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif kepada para mahasiswa/mahasiswi,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan Jaksa masuk Kampus, Octafian Haji Kusuma, mengharapkan dapat memberikan pengetahuan hukum kepada para mahasiswa/mahasiswi sehingga dapat menjadi bekal ketika para mahasiswa/mahasiswi bersosialisasi di tengah masyarakat.

“Selain itu para mahasiswa/mahasiswi juga merupakan generasi penerus bangsa, maka dari itu agar mahasiswa/mahasiswi tetap menjaga diri berpegang teguh dengan pancasila dan taat pada norma hukum yang ada, bermula dari hal kecil terlebih dahulu, seperti bijak dalam menggunakan gadget,” sebutnya.

Baca Juga:  Walikota Subulussalam Ingatkan Petugas Damkar Harus Siap dalam Kondisi Apapun

Disebutka, kesadaran berbangsa dan bernegara berarti sikap dan perilaku yang dilandasi keikhlasan/kerelaan bertindak demi Bangsa dan Negara Indonesia, sikap dan tingkah laku harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia (sesuai amanah yang ada dalam Pembukaan UUD 1945)

“Sebagai negara yang besar Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan adat istiadat, bahasa, budaya yang berbeda-beda rentan terjadi perpecahan. Sikap Nasionalisme yang berlebihan terhadap suku atau daerah sendiri dapat menimbulkan sikap Chauvinisme (Sikap terlalu mencintai suku atau daerahnya secara berlebihan). Indonesia sebagai negara dengan lokasi yang strategis dapat di pengaruhi oleh ideologi negatif dari luar,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.