Jalur Transportasi Antar Provinsi Terendam Banjir, Harga Cabai Rawit di Bener Meriah Anjlok

Harga cabai rawit ditingkat petani saat ini dihargai Rp 10.000 perkilo gramnya. Harga tersebut cenderung menurun bila dibandingkan beberapa hari sebelumnya Rp 15.000 perkilo gram.
Bagikan:

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARANNEWS.COM|REDELONG – Musibah banjir akibat hujan deras yang mengguyur Aceh beberapa hari terakhir menyebabkan jalur tranportasi menuju luar Provinsi Aceh terganggu. Hal tersebut menyebabkan harga cabai rawit di Kabupaten Bener Meriah mengalami penurunan.

Pantauan antarannews.com, harga cabai rawit ditingkat petani saat ini dihargai Rp 10.000 perkilo gramnya. Harga tersebut cenderung menurun bila dibandingkan beberapa hari sebelumnya Rp 15.000 perkilo gram.

Salah satu pengumpul cabai, Alkadaraya, mengatakan, saat memasuki musim penghujan harga cabai rawit terus mengalami penurunan yang signifikan, hingga hari ini turun menjadi Rp 10.000 perkilo.

Baca Juga:  Jabat Kapolsek Teluk Dalam, Ipda Fidal Akhyar Berkomitmen Bangun Keterbukaan Publik

“Sudah empat hari kebelakang harga cabai rawit turun hingga Rp 10.000 perkilo gram, sebelumnya masih Rp 15.000 perkil gramnya, musim penghujan dan bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi beberapa penyebab turun drastisnya harga cabai rawit di Kabupaten Bener Meriah khususnya,” ucap Alkadaraya kepada Antarannews.com via telepon seluler, sabtu (5/11/2022) sore.

Alkada menambahkan, sebanyak 150 kg cabai rawit yang dikirimnya tertahan di Kampung Karang Jadi Kecamatan Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang akibat banjir yang terjadi Kabupaten setempat sejak beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Peduli Bencana, Insan Bumi Mandiri Salurkan Bantuan ke Pedalaman NTT

“Sebanyak 150 kg cabai yang saya kirim beserta cabai milik pengumpul lainnya tertahan di Kampung Karang Jadi, Kuala Simpang. Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, sebagian cabai rawit dijual kepada masyarakat disana dengan harga murah, yaitu Rp 5.000 perkilo gram,” ungkapnya.

Ia mengaku, ada jalur alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengangkut cabai keluar Aceh, yaitu melalui jalur Kuta Cane – Medan, namun cabai-cabai tersebut dikenai biaya transportasi tambahan sebesar Rp 3.000 perkilo gram.

Baca Juga:  Dinas Peternakan Aceh Turunkan Tim Pengawasan Pemotongan Qurban

“Bila terus-terusan begini, kami pasti merugi, dan harus menghentikan pembelian sementara waktu. Semoga musibah tersebut cepat berakhir, dengan begitu, akan mengurangi keresahan petani juga kami para pengumpul cabai rawit di Bener Meriah khususnya,” tutup Alkada.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.