Jelang PKA ke-VIII, Muzakir RA : Berikan Peluang Untuk Pekerja Seni

Muzakir RA, salah satu pekerja seni sekaligus pemerhati sejarah budaya kluet
Bagikan:

“Melibatkan pekerja seni didalam kegiatan tersebut akan memberi nilai lebih bagi Pemkab Aceh Selatan, karena disaat terjadinya kekosongan mereka bisa mengisi berbagai kegiatan lainya agar Anjungan Aceh Selatan tetap ramai pengunjung,” ujar Muzakir.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) yang ke-VIII, rencananya akan digelar pada bulan Agustus tahun 2023 ini, kegiatan empat tahunan itu acara yang dinanti masyarakat serta pekerja seni yang ada di Aceh.

Seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Aceh pun melakukan persiapan, seperti apa yang akan ditampilkan pada kegiatan tersebut nantinya. Selain itu Pemerintah Kabupaten/Kota juga akan membentuk kepanitiaan khusus tim pelaksana kegiatan.

Baca Juga:  Terkait Penerimaan Anggota Polri 2023, Polres Teken Kerjasama Dengan Pemkab Aceh Selatan

Muzakir RA, salah satu pekerja seni sekaligus pemerhati sejarah budaya kluet, dalam siaran tertulisnya yang diterima AntaranNews.com, Jumat (31/03/2023) mengatakan, ia mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan agar para pekerja seni dilibatkan dalam kepanitiaan PKA ke-VIII perwakilan daerah nantinya.

“Dalam kegiatan Pekan Kebudayaan Aceh atau PKA ke-8 yang digelar pada tanggal 19 s/d 27 2023 sejumlah Kabupaten Kota akan membentuk kepanitian kusus sebagai tim pelaksana kegiatan lomba antar Kabupaten se-Aceh,” jelas Muzakir.

Baca Juga:  Harga Pinang dan Kakao di Abdya Stabil

Dikatakannya, dia mengusulkan keterlibatan pekerja seni itu, mengingat bahwa di Aceh Selatan banyak pekerja seni yang aktif dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

Dalam hal itu, lanjut Mizakir, agar Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat membuka ruang bagi mereka untuk menjadi bagian dari tim pelaksana kegiatan PKA nantinya.

“Melibatkan pekerja seni didalam kegiatan tersebut akan memberi nilai lebih bagi Pemkab Aceh Selatan, karena disaat terjadinya kekosongan mereka bisa mengisi berbagai kegiatan lainya agar Anjungan Aceh Selatan tetap ramai pengunjung,” ujar Muzakir.

Baca Juga:  PNF Disdik Gayo Lues Gelar Ujian Kompetensi Paket C secara Online

Muzakir RA juga berharap, dalam hal itu Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat mempertimbangkan usulan tersebut dan memberikan peluang bagi pekerja seni yang ada di Aceh Selatan.

“Semoga Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dapat memberi peluang bagi pekerja seni yang berasal dari tiga suku seperti Suku Keluwat, Suku Anek Jamee dan Suku Aceh,” demikian kata Muzakir.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.