Jika Pemerintahan Bisa Berakhir, Haruskan Beban Utang Berlanjut

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, SE dan Drs. Salmaza, MAP. ANTARAN / Foto Ist
Bagikan:

Fakta ini menjadi bukti, hanya dua pekan ke depan sisa Kepemimpinan Bisa. Bisa akan digantikan Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam hingga gelar Pilkada 2024.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Jika Pemerintahan Bintang – Salmaza (Bisa), Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, SE dan Drs. Salmaza, MAP berakhir, haruskah beban utang daerah akan berlanjut? Pertanyaan yang boleh jadi masuk dalam pikiran berbagai pihak di Bumi Sada Kata Kota Subulussalam, menyusul akan berakhir masa jabatan itu.

Pasalnya, fakta setidaknya delapan bulan honor aparatur kampong hingga hari ini belum dibayar. Beda lagi TPP ASN atau berbagai sebutan lain tentang tenaga honorer yang tak jelas penyelesaiannya, meski di sisi lain terkesan ada sejumlah pihak memaksa diri abai dari soal ini.

Baca Juga:  Abu Dayah Manyang Ajak Personel Kodim Abdya Teladani Akhlak Rasulullah

Akan ‘berakhir’ masa Kepemimpinan Bisa, 31 Desember 2023. Respon DPRK Subulussalam terhadap Surat Kemendagri No. 100.2.1.3/6047/SJ, 9 November 2023, perihal Usul Nama Calon Penjabat Bupati/Wali Kota melalui suratnya No. 170/056, 6 Desember 2023 yang ditandatangani Ketua, Ade Fadli Pranata Bintang, S.Ked diajukan tiga Calon Pj. Wali Kota pengganti Bisa.

Mereka, Ir. Sunawardi, MSi, Kepala Dinas Pertanahan dan Almuniza Kamal, S.STP, MSi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, serta H. Badalsyah, S.Hut, Kepala Dinas Pangan Kota Subulussalam.

Fakta ini menjadi bukti, hanya dua pekan ke depan sisa Kepemimpinan Bisa. Bisa akan digantikan Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam hingga gelar Pilkada 2024.

Tanpa menyoal siapa nama disetujui, barangkali tidak terlalu penting bagi masyarakat, meski tak dapat dipungkiri jika usaha berbagai pihak terkait agar kandidat merekalah yang direkomendasi.

Baca Juga:  Pemko Subulussalam Akan Bangun Huntara Untuk Korban Kebakaran 

Kembali pertanyaan, haruskah beban utang Bisa akan berlanjut karena tak terealisasi tahun ini. Barangkali sulit diselesaikan, karena negeri masih terninabobokan dalam kekurangan anggaran. Kepastian meninggalkan utang, agaknya bukan kekhawatiran tanpa alasan.

Bukankah pembayaran honor para aparatur 82 kampong tahun 2023 pastinya hanya yang sudah dibayar hingga Februari, meski untuk Maret dan April ada yang menyebut sudah dibayar dan sebaliknya. Ada sumber membantah terima Maret dan April, dan pastikan hanya Januari dan Februari 2023.

Namun sumber lain akui sudah terima ‘janji’ dari yang berkompeten bahwa honor empat bulan, Maret – Juni akan dibayar sekaligus di atas tanggal 20 Desember, sekaligus. Lalu sisa enam bulan, Juli – Desember akan menjadi sisa kurang bayar.

Baca Juga:  Jabatan Dandim 0107/Aceh Selatan Resmi Berganti

“Katanya, honor bulan tiga sampai bulan enam dibayar sekaligus, yang enam bulan (baca: Juli – Desember) menjadi sisa kurang bayar,” kata sumber.

Dari fakta ini, Bisa memungkinkan akan meninggalkan utang. Lalu, apakah pengganti atau Pj. Wali Kota ke depan akan bersikap yang sama dengan pendahulunya. ‘Ini utang pemerintahan terdahulu’, demikian kira-kira alasan klasik itu.

Catatan penting untuk Pemerintahan Bisa, hari ini para tenaga honor itu tak butuh jawaban retorika. Jawaban klasik yang acap disampaikan jajaran pemangku kebijakan daerah ini.

Selamat mengakhiri masa jabatan itu, semoga tak meninggalkan utang. Atau adakah inisiatif menutup utang itu dalam sisa masa jabatan dua pekan ke depan?

Selamat datang Pj. Wali Kota untuk setahun ke depan. Pastikan jika pejabat pendahulu Anda masih ‘meninggalkan’ utang. Semoga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.