Jurnalis ForJA Bekali Murid MTsS Lama Inong Tentang Hoaks

Siswa MTsS Lama Inong dan Jurnalis ForJA bersuafoto usai kegiatan. ANTARAN / Syamsurizal.
Bagikan:

“Menjelang agenda-agenda besar negara seperti Pemilu biasanya sangat banyak berita-berita Hoaks yang akan muncul, informasi ini belum tentu benar, jangan ditelan mentah-mentah, cek dulu, pastikan media yang memuat kabar itu adalah media yang terverifikasi dewan pers,” kata Taufik.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Jurnalis yang tergabung dalam Forum Jurnalis Aceh Barat Daya (ForJA) membekali siswa-siswi MTsS Lama Inong tentang cara mengenali ciri-ciri berita bohong atau hoaks yang sengaja di buat oleh oknum-oknum tertentu demi sebuah kepentingan terlebih menjelang Pemilu 2024, Selasa (13/12/2023).

Baca Juga:  Kantor Camat Bukit Tusam Yang Baru Dibangun Mirip Bak Tempat "Jin Buang Anak"

Seratusan siswa-siswi tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan tahunan ForJA dengan tema “ForJA Saweu Sikula”. Empat Narasumber dari Jurnalis ForJA yakni Sekrataris Muhammad Taufik, Syamsurizal, Mustafaruddin dan Yusnizar silih berganti memberikan paparan.

“Menjelang agenda-agenda besar negara seperti Pemilu biasanya sangat banyak berita-berita Hoaks yang akan muncul, informasi ini belum tentu benar, jangan ditelan mentah-mentah, cek dulu, pastikan media yang memuat kabar itu adalah media yang terverifikasi dewan pers,” kata Taufik.

Baca Juga:  Pj Bupati Simeulue Saksikan Pengiriman 15 Ton Gurita Hasil Laut Simeulue ke Jepang 

Dia juga mengimbau para siswa-siswi untuk hati-hati menggunakan media sosial. Tidak asal memposting atau membagikan berita-berita yang menjelekkan baik individu maupun golongan, karena bisa saja itu berita Hoaks yang sengaja dibuat untuk kepentingan pribadi.

“Jaga juga jari kita, asal membagikan postingan. Jadilah pengguna Medsos yang bijak dan teliti,” sebutnya.

Dia juga berpesan kepada siswa untuk tidak menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang dilarang bagi pelajar yakni merokok dan sebagainya, juga hal yang dilarang dalam hukum negara yakni narkoba.

Baca Juga:  Wah, 95 Bacaleg DPRK Gayo Lues Absen Uji Mampu Baca Alquran

“Hindari itu semua, merokok dan sebagainya, narkoba. Juga jangan sesekali melawan guru, jangan dipukul sedikit malah melaporkan guru. Sayangi mereka, karena percayalah semua guru sangat menyayangi siswa-siswinya,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.