Kadinkes Abdya : Kesehatan Ibu Tetap Jadi Prioritas Utama

PAKET BERGIZI : Kadinkes Abdya, Safliati SST MKes saat membuka kegiatan Gebyar Kelas Ibu Hamil yang berlangsung di halaman gedung pertemuan Kecamatan Susoh kabupaten setempat, Selasa (5/12/2023). ANTARAN / Agus
Bagikan:

Dari jumlah ibu hamil di Abdya sebanyak 2.891 orang, tercatat sebanyak 208 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK).

Jurnalis : Agus

ANTARAN|BLANGPIDIE – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Barat Daya (Abdya), Safliati SST MKes, Selasa (5/12/2023) menegaskan bahwa persoalan kesehatan ibu tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional bidang kesehatan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Gebyar Kelas Ibu Hamil yang berlangsung di halaman gedung pertemuan Kecamatan Susoh kabupaten setempat.

Menurutnya, Gebyar Kelas Ibu Hamil ini sangat penting dilakukan karena bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kesehatan di masa hamil dan pentingnya rutin mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan di masa kehamilan.

Baca Juga:  Masyarakat Aceh Akan Miliki Kampung Budaya Aceh di Sentul

Perlu diketahui, angka kematian ibu (AKI) pada tahun 2021 sebanyak 7 kasus dan angka kematian bayi (AKB) 27 kasus. Pada tahun 2022 AKI sebanyak 3 kasus dan AKB sebanyak 22 kasus, dan pada tahun 2023 per bulan November AKI ada 2 kasus dan AKB 16 kasus.

Dari jumlah ibu hamil di Abdya sebanyak 2.891 orang, tercatat sebanyak 208 ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronik (KEK).

Kemudian kematian maternal disebabkan juga oleh ibu hamil yang mengalami KEK serta berdampak pada terjadinya perdarahan, dan bayi dilahirkan bisa dengan kondisi berat badan lahir rendah (BBLR).

Baca Juga:  16 Siswa-siswi SMA Aceh Selatan Adu Kemampuan di FLS2N Provinsi Aceh

Selanjutnya ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) secara terpadu sehingga terlambat untuk dideteksi adanya kelainan yang akan berakibat bisa terjadinya komplikasi pada kehamilan yang berujung pada kematian.

“Oleh kerena itu diperlukan upaya peningkatan pemahaman ibu hamil tentang kehamilan yang beresiko dan tidak beresiko melalui Gebyar Kelas Ibu Hamil yang dimulai dengan rangkaian senam ibu hamil, edukasi kesehatan terkait gizi ibu hamil dan konseling ASI, demo masak makanan bergizi untuk ibu hamil dan pemberian paket bergizi untuk ibu hamil KEK,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkab Nagan Raya Serahkan Bantuan Benih Padi untuk 51 Kelompok Tani

Dia berharap, dengan adanya kelas ibu hamil ini, para ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan perilaku agar memahami tentang pentingnya menjaga dan terus memeriksakan kondisi kehamilannya pada petugas kesehatan.

“Dengan adanya kegiatan Gebyar Kelas Ibu Hamil ini diharapkan ibu-ibu hamil KEK yang hadir bisa mendapat informasi terkait kebutuhan gizi ibu hamil dan semakin giat dan semangat dalam memantau kehamilanya,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.