Kadis Dikbud Monitoring Sekolah di Agara

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Tenggara, Julkifli.S.Pd.M.Pd turun ke lapangan, sembari melihat proses belajar mengajar minggu pertama masuk sekolah, paska libur panjang di SDN 1 Lawe Loning Kecamatan Lawe Sigalagala, Selasa (18/7/2023). ANTARAN / Amran
Bagikan:

Selain sebagai bentuk pengawasan, terang Kadis Dikbud Jukkifli, monitoring turunnya beberapa tim dari dinas Dikbud ke berbagai sekolah di Aceh Tenggara tersebut, juga untuk menindak lanjuti terbitnya Surat Edaran Pj Bupati. 

Jurnalis : Amran

ANTARAN| KUTECANE – Untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar, terutama paska libur panjang sekolah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, (Dikbud) Aceh Tenggara, Julkifli S.Pd,M.Pd turun ke beberapa sekolah, Selasa (18/07/2023).

Pantauan antaran, di SMPN 2 Kutacane, Kadis Dikbud Julkifli, melihat langsung proses pengenalan lingkungan sekolah terhadap 56 orang murid baru tahun ajaran pendidikan 2023/2024.

Baca Juga:  Babinsa Pasie Raja dan Pemuda Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Menanam Sayur

Demikian juga di SMPN 1 Kutacane dan Bambel serta di SMPN 1 Lawe Sigalagala yang melaksanakan test Diasnotic terhadap siswa dan siswi baru yang baru diterima di kelas 7.

Di SDN 1 Lawe Loning Kecamatan Lawe Sigalgala, Kadis Dikbud Julkifli sempat terkagum dengan Kaisa salah seorang siswi baru, karena telah mahir menuliskan huruf dan angka kendati tak pernah duduk dibangku Taman Kanak- Kanak dan hanya belajar pada orang tuanya.

Dalam pengenalan lingkungan sekolah terhadap siswa baru, umumnya melakukan cara berbeda, seperti di SMPN 2 Kutacane, siswa menggunakan topi dari kertas karton dan botol Aqua yang diselipkan pada pinggang siswa dan siswi.

Baca Juga:  Gelar Apel Pertama Kerja Pasca Cuti, Ini Kata Kapolres Aceh Selatan

Sementara di SMPN 1 Bambel, siswa lebih difokuskan pada proses pengenalan diri melalui kertas isian dan mengenalkan diri di depan siswa baru dan dewan guru.

Selain sebagai bentuk pengawasan, terang Kadis Dikbud Jukkifli, monitoring turunnya beberapa tim dari dinas Dikbud ke berbagai sekolah di Aceh Tenggara tersebut, juga untuk menindak lanjuti terbitnya Surat Edaran Pj Bupati, agar orang tua mengajak dan mendampingi anak ke sekolah dasar selama beberapa hari.

Monitoring dan turun langsung ke sekolah SD dan tingkat SMP tersebut, juga berguna untuk mengetahui kondisi di seluruh sekolah yang ada di bumi Sepakat Segenep, mulai dari proses belajar mengajar, jumlah siswa, prestasi siswa serta kebutuhan murid pada umumnya, kehadiran guru dan kehadiran siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.

Baca Juga:  Motif Kasus Pembunuhan Sukoco Mulai Terkuak, Diduga Sakit Hati

Saat itu, tambah Julkifli, dirinya mengaku bangga dengan banyaknya kepala sekolah dan guru tenaga pengajar di Aceh Tenggara yang lulus dan telah memiliki sertifikat sebagai guru penggerak.

Sebab, kehadiran guru penggerak tersebut sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di bumi Sepakat Segenep.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.