Kadisdik Aceh Buka Workshop Pengembangan Bahasa Kluet

Plh Kadisdik Aceh, Asbaruddin sedang membuka workshop pembinaan bahasa daerah di Hotel Arabia. ANTARAN/Foto ist
Bagikan:

“Di Aceh memiliki 11 bahasa daerah dan salah salah satunya Bahasa Kluet yang digunakan oleh Suku Kluet yang didiamni lebih dari 25 ribu jiwa,” ujar Asbaruddin.

Jurnalis: Sahidal Andriadi

ANTARAN | BANDA ACEH – Kepala Dinas Pendidikan Aceh (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM melalui Pelaksana harian (Plh) Dr Asbaruddin STP MM MEng membuka secara resmi workshop pembinaan bahasa daerah yakni Bahasa Kluet di Hotel Arabia Banda Aceh, Jum’at (10/11/2023) malam.

Plh Kadisdik Aceh, Asbaruddin dalam sambutannya mengatakan, sangat mendukung pengembangan bahasa daerah yang spesifiknya Bahasa Kluet yang ada di Kabupaten Aceh Selatan.

Baca Juga:  Perhari, Dapur Umum Aceh Selatan Salurkan 10.500 Nasi Bungkus Untuk Korban Banjir

“Di Aceh memiliki 11 bahasa daerah dan salah salah satunya Bahasa Kluet yang digunakan oleh Suku Kluet yang didiamni lebih dari 25 ribu jiwa,” ujar Asbaruddin.

Katanya, Bahasa Kluet merupakan khasanah dari keberagaman bahasa di Aceh dan bisa dijadikan Kutikulum Aceh yang dimasukkan dalam muatan lokal di sekolah.

“Dengan adanya worrksop ini semoga Bahasa Kluet bisa dijadikan model bahan ajar di semua jenjang baik di sekolah dan madrasah di Kabupaten Aceh Selatan dan juga bisa melahirkan kamus Bahasa Kluet yanh diterjemahkan dalam Bahasa Aceh dan Indonesia,” ungkap Asbaruddin.

Baca Juga:  HUT IWAPI Ke 47, Perempuan Aceh Selatan Terus Bangkit dan Maju, Demi Pemulihan Ekonomi Nasional

Sementara itu Penjabat (Pj) Bupati Aceh Selatan, Cut Syazalisma SSTP diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadiadikbud) Aceh Selatan, Akmal AH SPd menyampaikan, terima kasihnya kepada Disdik Aceh yang telah melaksanakan workshop pengembangan bahasa daerah khususnya Bahasa Kluet.

“Bahasa Kluet merupakan salah satu bahasa daerah di Kabupaten Aceh Selatan, namun hanya dikenal oleh masyarakat Kluet saja, akan tetapi belum dikenal oleh masyarakat di Wilayah Labuhanhaji dan wikayah lainnya,” ucap Akmal.

Justru itu, dia meminta kepada Disdik Aceh untuk bisa memfasilitasi agar Bahasa Kluet ini bisa dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di sekolah dan madrasah khususnya di Aceh Selatan.

Baca Juga:  Konsisten dan Fokus, Angka Kemiskinan Ekstrem di Aceh Selatan Menurun¬†

“Kami sebagai pemerintah daerah akan mendukung program dan memfasilitasi agar kurikulum muatan lokal untuk memperkalkan Bahasa Kluet di satuan pendidikan,” tandas Akmal.

Dalam kegiatan worshop pengembangan bahasa daerah ini diikuti 23 peserta dari kepala sekolah, guru SMA dan SMK dari Wilayah Kluet dan pemerhati peduli Bahasa Kluet.

Pada acara pembukaan turut hadir mantan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan, Tgk Husin Yusuf SPdI dan Dr Daska Aziz MA serta akademisi, tokoh pemuda dan masyarakat Kluet yang ada di Banda Aceh.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.