Kajari Abdya Tingkatkan Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi PT CA ke Penyidikan

Kejari Abdya gelar Pra Ekspose perkara di Kejati Aceh terkait dugaan korupsi di PT CA. ANTARAN/Foto: Ist
Bagikan:

“Sehingga PT.CA leluasa untuk mengelola, sehingga telah mengakibatkan kerugian negara, untuk sementara yang sudah berhasil ditemukan lebih kurang sebesar Rp 184 milyar,” katanya.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat Daya (Abdya) meningkatkan status penyelidikan dugaan tidak pidana korupsi pada perkebunan kelapa sawit diatas tanah negara oleh PT. Cemerlang Abadi (CA) ke tahap penyidikan, Kamis (11/5/2023).

Pengungkapan dugaan korupsi terhadap kasus ini sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir, bahkan Kejari Abdya sudah memeriksa 32 saksi.

Baca Juga:  Empat Pengurus BMK Subulussalam Mengundurkan Diri

Kajari Abdya, Heru Widjatmiko mengatakan, peningkatan status penyidikan dilakukan setelah pra eksprose di Kajati Aceh.

Kejari Abdya memaparkan 32 saksi yang diperiksa berasal dari Pemerintah Kabupaten Abdya, keuchik gampong (kepala desa) mantan keuchik, anggota DPRK Abdya, BPN Provinsi Aceh dan pihak perusahaan yang mengetahui permasalahan ini.

“Penyidik Kejari Abdya juga sudah memeriksa ahli Kehutanan dari IPB, Ahli Lingkungan dari IPB dan Ahli Hukum Agraria dari Universitas Airlangga,” kata Heru Widjatmiko.

Lanjutnya, dari hasil Tim Penyelidik Kejari Abdya telah ditemukan adanya peristiwa pidana sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 1 angka 5 KUHAP yaitu dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit di atas tanah negara oleh PT. CA.

Baca Juga:  MPU Aceh Selatan Gelar Pendidikan Kader Ulama Tahun 2022

Lebih lanjut Heru menyebutkan modus yang dilakukan adalah PT.CA sebagai pemilik Hak Guna Usaha (HGU) No.1 Tahun 1990 dalam melakukan usaha perkebunan kelapa sawit untuk lahan seluas 7.516 Ha tidak melaksanakan kewajibannya untuk menjaga kelestarian lingkungan SDA dan tidak melaksanakan kewajiban membangun kebun plasma seluas 20 persen-30 persen.

“Atas dasar ini sehingga menimbulkan kerugian perekonomian negara sebesar Rp 10 Triliun rupiah,” sebutnya.

Baca Juga:  Sore Ini, Harga Cabai di Bener Meriah Terpantau Stabil

Atas dasar itu juga, lanjutnya, PT.CA dengan terang-terangan mencari keuntungan pengelolaan dan hasil penjualan TBS Kelapa Sawit secara tanpa izin diatas tanah negara seluas 4.847,18 Ha yang hanya didasarkan pada rekomendasi Panitia B dan rekomendasi Plt Gubernur Aceh.

“Sehingga PT.CA leluasa untuk mengelola, sehingga telah mengakibatkan kerugian negara, untuk sementara yang sudah berhasil ditemukan lebih kurang sebesar Rp 184 milyar,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.