Kejaksaan Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Mafia Tanah di Aceh Jaya

Kedua tersangka baru kasus dugaan korupsi penerbitan redistribusi sertifikat tanah di Aceh Jaya ditahan Kejaksaan. ANTARAN/Dok Humas Kejari Aceh Jaya
Bagikan:

“Hal ini seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa telah dilakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara dari tim Inspektorat Kabupaten Aceh Jaya sebesar Rp.12.607.479.500,” kata Dedi.

Jurnalis : Al-Faraby

ANTARAN|CALANG – Tim Penyidik pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Jaya kembali menetapkan dua tersangka baru pada kasus dugaan korupsi penerbitan redistribusi sertifikat tanah di Gampong Paya Laot, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya.

Sebelumnya, mantan Kepala BPN Aceh Jaya periode tahun 2008 – 2017 telah terlebih dahulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mafia tanah tersebut.

“Kedua tersangka ini tersandung perkara tindak pidana korupsi pada penerbitan redistribusi sertifikat tanah di Gampong Paya Laot, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya Tahun 2016 dengan total luas tanah sebesar 506,998 Hektar dan 260 sertifikat tanah,” kata Kajari Aceh Jaya, melalui Kasi Intelijen Dedi Saputra SH dalam rilisnya, Selasa (16/05/2023).

Baca Juga:  Tolak Kasasi Kejaksaan, MA Vonis Terpidana Korupsi di Simeulue 5 Tahun Penjara

Dedi menambahkan, kedua tersangka yang ditetapkan Kejari Aceh Jaya ini yakni masing-masing berinisial Z dan M.

“Tersangka Z merupakan Kasi Penataan Pertanahan Dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nagan Raya yang menjabat hingga sekarang, sedangkan M merupakan Keuchik (Kades) Gampong Paya Laot, Kecamatan Setia Bakti hingga sekarang,” sebutnya.

Kata Dedi, penetapan tersangka berinisial Z sesuai dengan Surat Penetapan Tersangka nomor l: R-37/ L.1.24/ Fd.1/ 05/ 2023 tanggal 16 Mei 2023 dan Surat Perintah Penyidikan Khusus Nomor: PRINT-03/L.1.24/Fd.1/05/2023.

Baca Juga:  Erick Thohir Sudah Melapor ke Polisi, Pengacara : Kami Minta Kasus Ini Diusut Tuntas

Kemudian, tersangka kedua berinisial M sesuai dengan Surat Penetapan Tersangka nomor: R-38/ L.1.24/ Fd.1/ 05/ 2023 tanggal 16 Mei 2023 dan Surat Perintah Penyidikan Khusus Nomor: PRINT-02/L.1.24/Fd.1/05/2023.

“Hal ini seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa telah dilakukan audit penghitungan kerugian keuangan negara dari tim Inspektorat Kabupaten Aceh Jaya sebesar Rp.12.607.479.500,” kata Dedi.

Dedi melanjutkan, kedua tersangka telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim Dokter RSUD Teuku Umar Calang. Keduanya dinyatakan sehat dan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Lapas Kelas III Calang, Aceh Jaya.

Baca Juga:  NasDem 'Ban Sigom' Aceh Sahur Serentak Dengan Sahabat Kurang Mampu

“Para Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat (1) Jo. Pasal 3 Undang-undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.