Kejari Gayo Lues Gelar Penyerahan Sertifikat Tanah Wakaf 

Penyerahan 15 Sertifikat tanah wakaf untuk tahap pertama ini berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Selasa (05/09/2023).
Bagikan:

Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM mengapresiasi MoU yang sudah dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Gayo Lues dan kepada semua pihak yang sudah berupaya melindung tanah masyarakat melalui pembuatan sertifikat.

Jurnalis : Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Lindungi tanah wakaf, Kantor Kejaksaan Negeri Gayo Lues menggelar penyerahan serifikat tanah wakaf kepada sembilan Nazir Desa di Kecamatan Terbangun. Penyerahan 15 Sertifikat tanah wakaf tahap pertama ini berlangsung di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Selasa (05/09/2023).

Sertifikat tersebut langsung diserahkan oleh Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM didampingi Forkompinda Gayo Lues, Kepala ATR BPN Gayo Lues, Kepala Kantor Kemenag para pengurus Tanah Wakaf Desa penerimaan sertifikat.

Baca Juga:  Dalam Rangka HPN 2022, Gubernur Aceh : Insya Allah Saya Juga Akan Hadir Ke Kendari

Pj Bupati Gayo Lues, Drs Alhudri MM mengapresiasi MoU yang sudah dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Gayo Lues dan kepada semua pihak yang sudah berupaya melindung tanah masyarakat melalui pembuatan sertifikat.

Alhudri mengatakan, dahulu orang melihat batas kepemilikan tanah dengan main tunjuk saja, namun sekarang sudah tidak bisa. Karenanya, ke depan masyarakat harus sadar betul pentingnya sertifikat tanah.

“Pembuatan sertifikat tanah wakaf menyelesaikan masalah tanpa masalah. Fenomena saat ini banyak terjadi diluar akan sehat kita. Terjadinya penguatan tanah wakaf banyak faktor, diantaranya faktor ekonomi, sosial politik dan tidak ada kepemilikan yang jelas,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, oknum seorang wali berani menggugat tanah kuburan, bahkan tanah masjid. Ini menurutnya karena adanya faktor pergeseran sosial terutama moral. “Dahulu tanah diserahkan begitu saja sudah sah, tetapi sekarang harus surat kepemilikan resmi,” Sebut Alhudri.

Baca Juga:  Puluhan Peserta Ikut Lomba Festival Anak Saleh Desa Tokoh II Abdya

Sementara itu, Kajari Gayo Lues, Ismail Fahmi SH mengatakan pembuatan Tanah wakaf merupakan kerja ikhlas kerja cerdas demi kemaslahatan masyarakat dan untuk kebaikan masyarakat.

Ismail mengatakan 10 tahun ke depan pertumbuhan pendudukan akan meningkat luas tanah tidak bertambah, sehingga memungkinkan tanah wakaf yang tidak bersertifikat akan disengketa oleh para ahli waris.

“MoU pembuatan sertifikat tanah wakaf bertujuan untuk melindungi tanah wakaf dari gugatan sengketa dari para wali yang tidak memahami tujuan orang tua mewakafkan tanahnya dikemudian hari,” jelas Kajari.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRK Abdya Kaji Kemungkinan Dampak Buruk Hadirnya PT Ensem

Kepala Kantor Kemenag Gayo Lues, H Akly menyebutkan MoU pembuatan sertifikat tanah wakaf dilakukan sejak bulan Pebruari dan di awal September 2023 bisa terealisasikan 15 sertifikat. “Dibanding dengan daerah lain, Gayo Lues bisa melakukan lebih awal,”sebut Akly.

Kepala Kantor ATR BPN Gayo Lues, Edi Pranata mengatakan, pembuatan sertifikat tanah wakaf sudah menjadi agenda presiden. Menurutnya pembuatan sertifikat tanah wakaf dulunya berbayar, tetapi sekarang sudah digratiskan.

“Pembuatan sertifikat tanah wakaf ini yang Kita usulkan sebanyak 53, sementara terealisasi masih 15, selebihnya masih dalam proses. Pembuatan sertifikat tanah wakaf di gabungkan dengan PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) saat ini sedang berjalan di kecamatan Pantan cuaca pada 4 desa,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.