Kejari Gayo Lues Tutup Karantina Tahfizh

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues, Ismail Fahmi, S.H. serahkan Sertifikat Penghargaan sekaligus menutup Kegiatan Karantina Tahfizh Qur’an Tahap IV Rumah Tahfidz Adhyaksa Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Sabtu (30/04/2024). Foto Ist
Bagikan:

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu mengenalkan Rumah Tahfidz Adhyaksa sebagai salah satu wadah untuk menuntut ilmu Agama Islam di Masyarakat.

Jurnalis : Magfirah

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Gayo Lues, Ismail Fahmi, S.H. serahkan Sertifikat Penghargaan sekaligus menutup Kegiatan Karantina Tahfizh Qur’an Tahap IV Rumah Tahfidz Adhyaksa Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Sabtu (30/04/2024).

Karantina Tahfizh Qur’an Tahap IV Rumah Tahfidz Adhyaksa Kejaksaan Negeri Gayo Lues ini diikuti sebanyak 45 orang diantaranya 38 peserta Perempuan dan 7 peserta Laki-laki, dimana para peserta yang mengikuti kegiatan ini dimulai dari kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca Juga:  Terkait Persoalan PMI Banda Aceh, Begini Penjelasan Edwar M Nur

Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu mengenalkan Rumah Tahfidz Adhyaksa sebagai salah satu wadah untuk menuntut ilmu Agama Islam di Masyarakat, yang mana agar menjadikan anak-anak gemar membaca Al-Quran, untuk menjadikan hafidz yang menguasai Al-Quran dan mampu menghafal Al-Quran.

Para Peserta yang menerima penghargaan Karantina Tahfizh Qur’an tahap 4 Rumah Tahfidz Adhyaksa kejaksaan negeri Gayo Lues Tahun 2024. Tingkat SD hafalan 2 juz (Haura Nazhifa), Tingkat SD hafalan 1 juz (Aisyah Tussyifa), Tingkat SMP hafalan tertinggi (Putri Humairah Imran), Tingkat SMA hafalan tertinggi (Azira Imran).

Kepala Kejaksaan Negeri Gayo Lues, Ismail Fahmi SH mengapresiasi terselenggaranya kegiatan dan memberikan dukungan positif terhadap kegiatan Karantina Al-Qur’an ini, dengan harapan karantina ini, dapat menghasilkan tahfidz-tahfidz generasi penghafal Alquran khususnya untuk Kabupaten Gayo Lues ke depannya.

Baca Juga:  Terima Kunjungan Pengurus PWI Aceh, Ini Harapan Pj Gubernur Bustami

Karantina Al-Qur’an ini, terangnya, bertujuan untuk menjadikan anak-anak gemar membaca Al-Quran, untuk menjadikan hafidz yang menguasai Al-Quran dan mampu menghafal Al-Quran serta yang tidak kalah penting adalah untuk membentengi generasi muda seiring dengan kemajuan teknologi saat ini, sehingga dapat tercipta generasi-generasi Qurani, yang bukan hanya pandai membaca, tapi mampu menghafal dan mengaplikasikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Pj Bupati Gayo Lues diwakili oleh Kepala Dinas Dayah Kabupaten Gayo Lues, H Sukri Mas menyampaikan bahwa mempelajari dan menghafal Al-qur’an bagian penting dalam dalam kehidupan kita selain untuk menjaga kemurnian kalamullah, juga memiliki pengaruh besar terhadap diri kita ketika nilai-nilai Al-qur’an ini dapat kita jadikan sebagai pedoman hidup dan dijunjung tinggi, maka yakinlah bahwa setiap langkah hidup kita akan membawa kearah yang lebih baik.

Baca Juga:  Bantu Pemulihan Ekonomi Korban Banjir, HM Salim Fakhry Bawa 3 Dirjen Kementan ke Agara

“Namun yang perlu kita ingat bersama bahwa untuk menjadi hafidz hafidzah alqur’an tidak akan terjadi secara instan dan cepat. Butuh pengenalan, pembiasaan dan keteladanan serta menumbuhkan kecintaan pada al-quran itu sendiri sehingga benar-benar menjadi generasi qur’ani yaitu generasi yang mampu menjiwai dan mengamalkan,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.