Kemarau Panjang, Sebagian Petani di Bener Meriah Urung Menanam 

Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini membuat beberapa petani urung menanam bibit tanaman dilahan mereka.
Bagikan:

“Sangat beresiko mati bila ditanam sekarang. Suhu permukaan tanah sangat panas di siang hari, bibit tanaman akan mengering,” ungkap Huzzah.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARAN|REDELONG – Kemarau panjang yang terjadi belakangan ini membuat beberapa petani urung menanam bibit tanaman dilahan mereka. Seperti yang dialami Huzzah (45), salah satu petani cabai rawit yang menunda menanam karena lahan yang akan ditanaminya mengering akibat cuaca panas akhir – akhir ini.

Baca Juga:  Pj Bupati Abdya Ikut Berlumpur Bersihkan Rumah Korban Banjir Bandang di Aceh Selatan

“Sangat beresiko mati bila ditanam sekarang. Suhu permukaan tanah sangat panas di siang hari, bibit tanaman akan mengering,” ungkap Huzzah saat antaran berkunjung ke lahannya di Perkebunan Kekuyang, Kampung Tingkem Bersatu, Kamis (22/06/2023) pagi.

Huzzah menambahkan, kebunnya yang jauh dari sumber air serta tiadanya selang dan mesin pompa air memaksanya untuk hanya mengandalkan air hujan guna memenuhi kebutuhan air tanamannya, air hujan tersebut ditampung kedalam drum atau kolam – kolam plastik. Namun, kemarau panjang membuat stok air di lahan tanamnya mengering.

Baca Juga:  Atasi Harga Gabah Anjlok, Pj Bupati Abdya Ajak Panen Bertahap

“Lahan kami berada di tempat yang lumayan tinggi, sumber air seperti sungai – sungai kecil cukup jauh. Biasanya, saat hujan, kami seringnya langsung melakukan penanaman, sisa – sisa air hujan kami tampung untuk pemupukan dan penyemprotan, belakangan ini, hujan belum turun, hal tersebut membuat kami khawatir,” tambahnya.

Lebih lanjut kata Huzzah, tidak hanya lahannya saja yang urung ditanami, lahan – lahan milik petani lain disekitar lahannya juga urung ditanami karena alasan sama.

Baca Juga:  Jokowi Dijadwalkan Hadiri Puncak Peringatan HPN 2024 di Ecovention Ancol

“Selain kekurangan air untuk tanaman, musim kemarau juga membuat kami was – was terhadap pembakaran lahan, akhir – akhir ini marak pembakaran lahan baik disengaja ataupun sebaliknya, yang membuat kebun warga dan kawasan hutan rusak. Oleh karena itu, kita berharap ada kesadaran oknum masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan,” harap Huzzah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.