Kerap Makan Korban, Ketua DPRK Gayo Lues Minta PUPR Aceh Pangkas Tanjakan Gaja

Korban meninggal dunia di evakuasi oleh petugas medis dengan mobil ambulan akibat laka tunggal Rem Blong di Tanjakan Gaja di jalan Multiyears Gayo Lues - Aceh Timur pada Selasa (20/06/2023). Foto: ANTARAN/Ist.
Bagikan:

“Agar tidak memakan korban lagi, saya minta Dinas PUPR Aceh segera memangkas tanjakan Gaja sehingga tidak terlalu panjang dan tajam,” pintanya.

Jurnalis: Bayu Y

ANTARAN|BLANGKEJEREN – Berulangkali makan korban, bahkan satu korban warga Bireun kembali meninggal dunia di turunan Gaja Jalan Gayo Lues – Aceh Timur. Ketua DPRK Gayo Lues, Ali Husin meminta Dinas PUPR Aceh untuk memangkas tanjakan Gaja di jalan Multiyears Gayo Lues – Aceh Timur.

Baca Juga:  Mendagri Perpanjang Ahmadlyah Sebagai Pj Bupati Simeulue 

“Kami memang membutuhkan jalan Multi Years gayo Lues – Aceh Timur, tetapi kami juga memohon kepada PUPR Aceh untuk memangkas tanjakan Gaja serendah mungkin. Pemangkasan tanjakan Gaja untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat Rem Blong,” ungkap Ali Husin.

Hal tersebut disampaikannya usai melihat korban meninggal dunia akibat laka tunggal Rem Blong di Tanjakan Gaja, Gaja di jalan Multiyears Gayo Lues – Aceh Timur pada Selasa (20/06/2023).

Baca Juga:  MPU Aceh Selatan Dukung Program Inovasi PALA SANTRI 

Ali Husin sangat prihatin dalam satu tahun ada 15 korban kecelakaan tunggal akibat rem blong di tanjakan Gaja. Dampak Turunan yang panjang di Tanjakan Gaja, mengakibatkan rem menjadi panas kehilangan daya rekat. Pengendara gagap tidak bisa mengendalikan kemudi kendaraannya hingga terjadi laka tunggal.

Ketua DPRK Gayo Lues ini sangat berharap agar Dinas PUPR Aceh bisa membantu memangkas tanjakan Gaja tersebut untuk mengurangi angka korban kecelakaan lebih banyak lagi.

Baca Juga:  Ihsan Jufri : Petani Sawit Terpuruk, Pemerintah Kok Diam Saja

Hal senada juga diungkapkan oleh Tokoh masyarakat Pining, Aman Jarum. Dia menyebutkan bahwa almarhumah anaknya juga menjadi korban di tanjakan Gaja. Karena itu, dirinya tidak ingin lagi ada korban lain selain anaknya. Namun, apa hendak dikata korban terus berjatuhan di tanjakan maut tersebut.

“Agar tidak memakan korban lagi, saya meminta Dinas PUPR Aceh segera memangkas tanjakan Gaja sehingga tidak terlalu panjang dan tajam,” pintanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.