Ketua Bawaslu Agara Sambangi PWI

Bawaslu dan Wartawan yang tergabung dalam wadah PWI Agara foto bersama, Kamis (12/10/2023). ANTARAN / Fandi
Bagikan:

“Namun, dalam melaksanakan fungsi terkait pelanggaran pemilu secara umum, komisioner Bawaslu perlu menggandeng wartawan untuk mengawasi setiap tahapan,” kata Eka Juanda Lubis.¬†

Jurnalis : Fandi

ANTARAN|KUTACANE – Sebagai upaya untuk mengawal dan mengawasi tahapan pemilihan umum (Pemilu) yang akan digelar pada Februari 2024 akan datang, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh Tenggara, Eka Prasetyo Lubis bersama komisioner, menyambangi Kantor PWI setempat, Kamis (12/10/2023).

Bawaslu, kata Eka Juanda Lubis, memiliki tugas pokok melakukan pencegahan dan penindakan terhadap pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara, pelanggaran tindak pidana pemilu seperti money politik dan pelanggaran administrasi atau tata cara dan prosedur tahapan diluar undang-undang.

“Namun, dalam melaksanakan fungsi terkait pelanggaran pemilu secara umum , komisioner Bawaslu perlu menggandeng wartawan untuk mengawasi setiap tahapan,” kata Eka Juanda Lubis di Kantor PWI setempat.

Baca Juga:  Indonesia Buka Peluang Kolaborasi dan Investasi Pengelolaan Air Bersih yang Berkelanjutan¬†

Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus dan anggota PWI Aceh Tenggara yang didampingi komisioner lainnya, Fitra Hariadi menambahkan, jika Bawaslu bukan hanya memastikan pemilu berlangsung aman, namun juga harus memastikan pemilu yang digelar berlangsung jurdil dan luber.

“Pada setiap pemilu, selalu akan muncul isu-isu krusial yang harus mendapat perhatian dan penanganan khusus seperti politik uang, Netralitas Aparatur Sipil Negara, netralitas aparatur desa dan pelanggaran kode etik oleh penyelenggara pemilu,” paparnya.

Untuk memantau dan mengawasi terkait dengan tugas pengawasan yang dilakukan Bawaslu, tambahnya, sangat diperlukan kerjasama dalam mengawal serta pengawasan jalannya pemilu, karena jika diharapakan dari Bawaslu saja, tugas tersebut mustahil bisa berjalan sukses ,sebab itu diperlukan bantuan dari pers dan LSM serta komponen masyarakat lainnya.

Baca Juga:  Prioritaskan Pembangunan 2024, Kecamatan Kluet Timur Gelar Musrenbang¬†

Saat ini, terang Eka Juanda Lubis dan Fitra, Bawaslu sedang memfokusoan diri pada rancangan DCT, masalahnya sampai sekarang masih ada Bacaleg yang masuk Daftar Calon Tetap yang terdaftar juga tenaga honorer, perangkat kute, kendati seharusnya mereka telah mengundurksn diri dari tenaga honorer dan perangkat desa.

“Bila sampai tanggal 4 Nopember batas DCT nanti, perangkat kute dan pegawai honorer yang mendaftar sebagai Bacaleg belum mengundurkan diri, sesuai PKPU terbaru tentang pencalonan, maka pihak Bawaslu akan melakukan tindakan preventif yang masih bersifat pencegahan, namun akhirnya nanti jika belum juga mengundurkan diri maka akan dilakukan tindakan refresif.

Sebelumnya, Ketua PWI Agara, Sumardi mengatakan, kedatangan pihak Bawaslu Agara ke kantor PWI melakukan Silaturrahmi dengan 25 anggota PWI di bumi Sepakat Segenep, merupakan momen penting mengingat semakin dekatnya pelaksanaan pesta demokrasi.

Baca Juga:  Jalan Menuju Sentra Pertanian Jabo Blangkejeren Ditingkatkan

“Ini merupakan keputusan tepat yang diambil Ketua Bawaslu yang telah bergerak cepat, dalam menjalin kerjasama dan menggandeng PWI Agara untuk ikut serta dalam mengawal proses tahapan maupun pelaksanaan pemilu yang akan datang.

Karena, lanjutnya, selain berfungsi menyebarluaskan informasi kepada publik, pers yang bersifat independen juga bisa menjadi rujukan informasi yang benar serta bisa menghindari berita hoax yang akhir-akhir ini semakin banyak bermunculan.

Untuk tujuan tersebut dan agar memudahkan penyebarluasan informasi terutama dalam mengawal tahapan pemilu agar sesuai harapan, Sumardi meminta agar pihak Bawaslu Kabupaten membentuk WhatsApp Grup, untuk memudahkan informasi dari Bawaslu pada Wartawan khususnya yang tergabung dalam wadah PWI.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.