Ketua DPRK Aceh Selatan Jempol Kinerja Polisi Tangkap Pelaku Utama Pembunuhan

Ketua DPRK Aceh Selatan, Amiruddin saat memberi keterangan kepada media. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Personel Polres Aceh Selatan tidak mati kutu memburu pelaku utama kasus pembunuhan di Manggamat atas nama M Nasir. Kendatipun sempat bersembunyi hampir sebulan dan ditetapkan Sebagai DPO, akhirnya dicokok tim Satreskrim tanpa perlawanan,” ujar Ketua DPRK, Amiruddin.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan, Amiruddin mengacung jempol dan beri apresiasi kepada jajaran Kepolisian atas keberhasilan menangkap tersangka pelaku utama pembunuhan yang terjadi di Manggamat, Kluet Utara, pada Sabtu, 15 April 2023 yang menewaskan korban Muhammad Iqbal (22 tahun), penduduk Lorong Mustaqim, Gampong Kota Fajar, Kecamatan Kluet Utara.

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) tersebut kepada antaran menyebutkan, keberhasilan personel Polres Aceh Selatan dalam memburu pelaku utama pembunuhan korban Muhammad Iqbal jangan dianggap sepele dan dipandang sebelah mata, gerakan yang dilakukan polisi penuh tantangan, misteri dan strategis.

Baca Juga:  Harga TBS di Abdya Mulai Naik, Saat Ini Rp 1.250/Kg

“Personel Polres Aceh Selatan tidak mati kutu memburu pelaku utama kasus pembunuhan di Manggamat atas nama M Nasir alias Agam (22). Kendatipun sempat bersembunyi dan buron hampir sebulan dan ditetapkan sebagai DPO, akhirnya dicokok tim Satreskrim tanpa perlawanan di areal perkebunan, Gampong Simpang Dua, Kluet Tengah pada Minggu (14/5/2023) pagi,” ujar Ketua DPRK Amiruddin kepada antaran di ruang kerjanya, Senin (15/5/2023).

Menurut Amiruddin, kerja keras dan dedikasi pihak Polres Aceh Selatan patut diapresiasi sebagai salah satu prestasi baik dalam mengungkap kasus pembunuhan. Dasarnya, mayat korban yang ditemukan di semak-semak Gampong Siurai-urai tersebut cepat terindikasi identitasnya serta berhasil menangkap seorang tersangka awal inisial RFM (22), tercatat penduduk gampong Baro, Pasieraja dalam tenggat 1 x 24 jam, tepatnya Minggu (16/4/2023).

“Sebagai pimpinan dewan dan atas nama pemerintah daerah, saya berikan apresiasi seraya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian atas keberhasilan dan ketangkasan dalam menangkap pelaku utama yang sempat buron (bersembunyi) dari incaran polisi hingga diterbitkan DPO,” urai Amiruddin.

Baca Juga:  Serentak, PPS Se-Kluet Timur Gelar Pleno DPSHP Akhir Pemilu 2024

Keberhasilan dan kesigapan polisi dalam penyelidikan dan menangkap tersangka kasus ini, kata Ketua DPRK, bukan saja dituai institusi Polri tetapi menjadi kebanggaan masyarakat Aceh Selatan khususnya dan bangsa Indonesia secara umum. Ini bukan retorika tetapi fakta sesungguhnya dan seiring dengan harapan seluruh masyarakat serta pihak keluarga korban.

“Untuk menjaga keutuhan, keamanan dan kenyamanan masyarakat Aceh Selatan dari gangguan Kantibmas, pemerintah Aceh Selatan bersama jajaran Kepolisian, TNI dan Forkopimda lain selalu solid dan menggalang kerjasama yang baik di semua lini, termasuk upaya peningkatan ekonomi dan pembangunan. Barova TNI-Polri,” tasdas Amiruddin.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP Nova Suryandaru, Sik melalui Kasatreskrim Iptu Deno Wahyudi, SE, M.Si kepada antaran menginformasikan, pihak telah berhasil membekuk pelaku pembunuhan utama korban Muhammad Iqbal (22), setelah diterbitkan DPO sejak Kamis, (11/5/2023) kemarin.

Baca Juga:  Pengukuhan Pengurus Ikatapsel Kota Subulussalam di Samosir

“Paska peristiwa pembunuhan, kami telah menangkap dan mengamankan RFM (22), penduduk Gampong Baro, Pasieraja salah seorang tersangka pembunuhan korban. Dari penyelidikan yang dilakukan, polisi menetapkan dua tersangka pelaku pembunuhan. Satu diantaranya M Nasir warga gampong Simpang Dua, Kluet Tengah sempat kabur dan bersembunyi di kawasan pengunungan,” ulas Deno Wahyudi kemarin, Minggu (14/5/2023).

Disebutkan Kasatreskrim, kedua tersangka RFM dan M Nasir sudah diamankan di Mapolres Aceh Selatan untuk penyelidikan lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka akibat menghilangkan nyawa korban.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan dan doa-doa masyarakat Aceh Selatan dalam menunjang tugas-tugas kepolisian. Kami yakin, masyarakat senantiasa mendambakan kenyamanan dan keamanan di dalam beraktivitas dan beribadah. Bantuan masyarakat menjadi batu loncatan untuk keberhasilan polisi,” tutup Deno Wahyudi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.