Ketua Golkar Bener Meriah : Tak Masalah Sekretaris Ditahan

Ketua DPD II Partai Golkar Bener Meriah, M Amin
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM,BANDA ACEH – Ketua DPD II Golkar Bener Meriah, M Amin mengakui tidak masalah tentang roda organisasi partai berlambang pohon beringin di daerahnya saat ini.

Meskipun, Ahmadi selaku Sekretaris Partai pohon identik warna kuning setempat, kini sudah menjadi tersangka dan ditahan aparat berwajib, karena diduga terlibat dalam kasus perdagangan kulit dan tulang-beluang Harimau sebagai satwa yang dilindungi.

Demikian pernyataan itu disampaikan, M Amin kepada antaranews.com via telepon selular, Selasa (7/6/2022) siang tadi, ketika ditanyai terkait Sekretaris DPD II Partai Golkar Bener Meriah, Ahmadi sejak pekan lalu ditahan di Mapolda Aceh.

Baca Juga:  Keceriaan Para Bocah Bersemi, Kala Bustami dan Mellani Berbagi Amplop Idul Fitri

“Soal sekretaris ditahan tidak masalah tentang roda organisasi partai tetap jalan. Dan semua urusan adminitrasi partai kini ditangani oleh wakil sekretaris.

Jadi saya kira tidak masalah. Kan kasusnya belum ada ketetapan hukum tetap. Kecuali, kalau sudah ada keputusan hukum tetap, itu mungkin baru kita pikirkan lain,” katanya.

Bahkan, ketika ditanyai terkait kasus yang melilit Sekertaris DPD II Golkar Bener Meriah dinilai sangat serius dan rawan akan membuat ektabilitas partai kedepan merosot.

Baca Juga:  Ketua Panwaslih Aceh Selatan : ASN Harus Bersikap Netral Pada Pemilu 2024

Karena menyangkut dengan para pecinta lingkungan hidup yang akan terus melakukan kampanye hitam terhadap partai, karena masih mempertahan oknum yang terlibat dalam kasus dugaan perdagangan kulit harimau sebagai satwa liar yang dilindungi.

“Itu kan, masih akan. Saya kira tidak masalah. Kita tetap belum menggantikan posisi sekretaris kalau belum ada ketetapan hukum tetap,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnnya, Ahmadi bersama dua rekannya, Is dan S resmi ditetapkan sebagai tersangka, pekan lalu, oleh aparat penyidik karena diduga terlibat dalam perdangan kulit dan tulang belulang harimau.

Baca Juga:  Terpilih Secara Aklamasi, Ikhsan Resmi Pimpin PWI Pidie Jaya

Akibat perbuatannya, para tersangka akan dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d, jo Pasal 40 ayat (2) Udang-Udang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem. Atas perbuatannya itu, ketiga tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 100 juta.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.