Ketua HIMABEM – SU Soroti Tingginya Kasus Pelecehan Seksual di Kabupaten Bener Meriah

Al-Ifdal, Ketua Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (HIMABEM - SU). Foto Ist
Bagikan:

“Pelecehan seksual di Bener Meriah seperti menjadi budaya, terutama kasus pelecehan seksual terhadap anak yang cukup tinggi,” ucap Ifdal.

Jurnalis : Syah Antoni

ANTARAN|REDELONG – Maraknya kasus pelecehan seksual di Kabupaten Bener Meriah akhir – akhir ini menarik perhatian berbagai pihak. Menanggapi hal tersebut, Ketua Himpunan Mahasiswa Bener Meriah Sumatera Utara (HIMABEM – SU), Al-Ifdal, ikut angkat bicara.

Ifdal mengatakan, pelecehan seksual di Kabupaten Bener Meriah seperti membudaya, terutama kasus pelecehan seksual terhadap anak. “Pelecehan seksual di Bener Meriah seperti menjadi budaya, terutama kasus pelecehan seksual terhadap anak yang cukup tinggi,” ucap Ifdal.

Baca Juga:  WN Aceh Hadiri Lokakarya Penguatan Pemerintahan Mukim Abdya

Ifdal menambahkan, berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode kualitatif yaitu dengan cara observasi lapangan, interview, dan analisis lewat media massa yang dilakukan oleh HIMABEM-SU, sejak tahun 2022 hingga saat ini, tercatat ada 34 kasus kekerasan seksual, dengan 32 korban perempuan dan 2 korban laki-laki.

Adapun korban berdasarkan usia yang diperoleh dari penelitian tersebut yaitu 24% korban dewasa, dan korban dibawah umur sebanyak 76%. Sedangkan untuk pelaku pelecehan seksual, 86% dewasa, dan 14% lainnya merupakan pelaku dibawah umur.

Baca Juga:  11 Hektar Ladang Ganja di Aceh Besar Dimusnahkan, Ini Kata Kapolda Aceh

Lebih lanjut, kata Ifdal, lokasi pelecehan seksual acap kali terjadi di sekitar perkebunan dan tempat belajar, dengan persentase, 25% terjadi di sekolah, 23% di rumah pelaku, 8% di rumah korban, 35% di kebun, dan 9% di tempat lainnya.

“Demikian data dari penelitian yang kami lakukan, baik melalui media massa maupun observasi langsung ke lapangan. Kami menduga masih banyak kasus-kasus serupa yang belum terpublikasi,” paparnya.

Baca Juga:  Bantu Kemiskinan Ekstrim, 19 Warga Mesjid Terima BLT

Besar harapannya, lanjut Ifdal, hasil penelitian ini mampu menjadi bahan refleksi bagi pihak – pihak yang seharusnya ikut andil atau berperan dalam menyelesaikan masalah yang cukup pelik ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.