Ketua PWM: Pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah di Aceh Program Prioritas PP

Ketua PWM Aceh, A. Malik Musa dalam sambutannya saat membuka Musyda ke-4 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Abdya di halaman Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Blangpidie, Sabtu (10/06/2023). Foto: ANTARAN/Salman.
Bagikan:

“Rumah Sakit Muhammadiyah Aceh saat ini berada di peringkat enam dalam skala prioritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ucap Malik.

Laporan: Redaksi

ANTARAN|BLANGPIDIE – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A. Malik Musa, resmi membuka Musyawarah Daerah (Musyda) ke-4 Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di Aula Masjid At-Taqwa Muhammadiyah Blangpidie, Sabtu (10/06/2023).

Acara yang mengusung tema “Sinergisitas dalam persyarikatan, menuju umat berkemajuan” ini, dihadiri Sekda Abdya Salman Alfarisi, Ketua ‘Aisyiyah Aceh, Ashraf, Kepala Kantor Kemenag Abdya, Salman Alfarisi, dan unsur Forkopimda lainnya, serta para undangan.

Dalam sambutannya, Ketua PWM Aceh, A. Malik Musa, mengatakan Muhammadiyah Aceh saat ini sedang mengupayakan agar terwujudnya rumah sakit Muhammadiyah di Aceh.

Baca Juga:  Muslim Prancis Donasi 30 Ekor Sapi Kurban Untuk 11 Desa di Abdya

A. Malik Musa menyebut rencana pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah di Aceh ini sudah masuk dalam prioritas program Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta.

Karena itu, Muhammadiyah Aceh akan terus memperjuangkan rencana tersebut dengan melakukan lobi secara intensif kepada PP Muhammadiyah dan Bank Syariah, termasuk salah satunya Bank Aceh.

“Rumah Sakit Muhammadiyah Aceh saat ini berada di peringkat enam dalam skala prioritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah,” ucap Malik.

Lebih lanjut, A. Malik Musa juga menjelaskan bahwa keberadaan klinik Muhammadiyah di setiap daerah sangat penting untuk mendukung berdirinya Rumah Sakit Muhammadiyah Aceh.

Baca Juga:  Bupati Aceh Selatan Letak Batu Pertama Rumah Sakit Pratama Senilai Rp 44 M di Areal 5 Hektar

Dengan adanya klinik-klinik tersebut, kata dia, Rumah Sakit Muhammadiyah Aceh dapat menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien yang dirawat di klinik-klinik Muhammadiyah di seluruh daerah.

“Kalau mau jadi ketua Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di daerah kedepan, harus mampu melahirkan Klinik Muhammadiyah. Kalau tidak mampu ya kami minta maaf,” ujar Malik dengan guyonannya.

Sementara itu, Pj Bupati Abdya yang diwakili oleh Sekda, Salman Alfarisi dal sambutannya menyampaikan Muhammadiyah dan Aisyiyah telah berperan penting dalam pembangunan dan kesejahteraan umat.

Baca Juga:  Jamaah Muslim di Abdya Rayakan Idul Fitri, Sebagian Masih Puasa

“Muhammadiyah dan Aisyiyah tidak hanya berkontribusi pada bidang keagamaan, tetapi juga dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial kemasyarakatan lainnya,” sebut Sekda.

Ditambahkan Sekda, Muhammadiyah dan Aisyiyah telah banyak berjasa di negara ini dan bahkan sudah mulai berkembang di tingkat internasional. Sekda berharap para pengurus dan kader untuk terus bekerja keras dalam melaksanakan program-programnya sebagai organisasi pelopor pembaharuan dan modernisasi.

“Oleh karena itu, dalam Musda ke-4 ini, harapannya kita dapat melahirkan pengurus yang memiliki gagasan dan program yang dapat memberikan manfaat bagi umat dan bangsa,” kata Salman Alfarisi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.