Keuchik Tar : Peternak Jangan Panik, Virus PMK Dapat Disembuhkan

Muktar Daud alias Keuchik Tar
Bagikan:

Menurut Keuchik Tar, virus PMK ini sudah mulai terjangkit di Aceh sejak April 2022 lalu.”Penyebaran virus ini belum reda. Dan kemungkinan saat ini sedang puncaknya,” ungkap Keuchik Tar yang juga pemilik sekitar 150 ekor ternak sapi.

ANTARANNEWS.COM,BANDA ACEH – Kasus virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kini sudah terjangkiti ternah di Aceh sejak dua bulan lalu. Dihimbau para peternak untuk tidak panik menghadapinya, karena penyakit itu dapat ditangani dengan memberi vitamin dan antibiotik kepada ternak.

Demikian pernyataan itu disampaikan seorang praktisi ternak di Aceh, Muktar Daud SKH alias Keuchik Tar kepada antarannews.com, dalam bincang-bincang ringan di Kopi Darat kawasan Jalan Nyak Makam, Banda Aceh, Senin (6/6/2022) siang.

Baca Juga:  Pengangkatan Kepsek dan Pengawas Wajib Memiliki Sertifikat Guru Penggerak

Menurut Keuchik Tar, virus PMK ini sudah mulai terjangkit di Aceh sejak April 2022 lalu.”Penyebaran virus ini belum reda. Dan kemungkinan saat ini sedang puncaknya,” ungkap Keuchik Tar yang juga pemilik sekitar 150 ekor ternak sapi.

Tindakan pemerintah yang ketika virus ini memasuki Aceh dua bulan lalu, katanya, langsung melakukan isolasi seluruh ternak dengan cara tidak mengizinkan adanya pembukaan pasar ternak dinilai sudah sangat tepat dan benar.

“Karena virus ini cukup cepat penyebarannya. Ya, seperti penyebaran covid-19 lah. Meskipun begitu saya minta para peternak jangan pani dengan menjual ternak dengan harga murah. Saya minta jangan dijual ternaknya. Karena penyakit ini bisa disembuhakn.” katanya.

Baca Juga:  Semarak HUT Ke-78 RI, Pesantren Nurul Aqlam Gelar Berbagai Lomba

Berdasarakan pengalamannya, beber Keuchik Tar, untuk menangani ternak yang terjangkiti virus PMK ini, dihimbau kepada para peternak untuk tidak panik. Karena virus ini bila ditangani secara serius dapat disembuhkan dan ternak selamat dari ancaman kematian.

“Saya dari 68 ekor sapi yang inveksi virus PMK, sebanyak 66 ekor berhasil diselamatkan. Artinya, ternak saya berhasil sembuh 97 persen. Dua ekor lagi terpaksa saya sembelih. Saat disembelih terlihat tenggorokannya sudah luka parah, karena radang yang menyerang ternak itu akibat virus tersebut,” ungkap Muktar Daud yang juga anggota DPRA dari Fraksi Partai Nasional Aceh (PNA).

Pihaknya, meminta pemerintah untuk tetap tanggap dalam soal penyebaran virus ini. Karena bila tidak cepat ditangani dengan serius, tidak tertutup kemungkinan semua hewan ternak di Aceh yang berkuku genap seperti, sapi, kambing, dan domba akan terinveksi virus ini. Karena penyebarannya cukup cepat.

Baca Juga:  Peringatan HAB ke-77 Kemenag Abdya Ditutup Dengan Jalan Santai Kerukunan

Maka untuk itu, pintanya, pihak petugas penyuluhan ternak dari Dinas Peternakan Provinsi Aceh dan kabupaten/kota harus secara kontinyu melakukan pemantau keseluruh pelosok desa.

“Tentunya dengan cara memberi penyuluhan cara penanganannya. Yang sangat diharapkan pemerintah untuk menyediakan vitamin dan antibiotik yang diperlukan ternak terinveksi viru PMK ini,” pinta wakil rakyat tersebut (Baca juga penanganan ala Keuchik Tar).(*)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.