Kinerja Pemkab Abdya Merah, Terungkap Dalam Rapat Perdana Dengan Pj Bupati

Rapat perdana Pj Bupati Darmansah SPd MM dengan seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK) yang digelar Aula Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) setempat, Kamis (18/08/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Kinerja kita selama ini adalah merah Pak Pj Bupati,” ungkap Sekda Salman Alfarisi ST ketika mengawali pembukaan rapat koordinasi kepala SKPK dengan Pj Bupati Abdya Darmansah.

Jurnalis : Suprijal Yusuf

ANTARAN|BLANGPIDIE – Kinerja eksekutif Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) selama ini dinilai merah. Hal itu, diungkapkan Sekda Abdya, Salman Alfarisi dalam rapat perdana Pj Bupati Darmansah SPd MM dengan seluruh Kepala Satuan Kerja Pemerintah Kabupaten (SKPK) yang digelar Aula Kantor Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) setempat, Kamis (18/08/2022).

“Kinerja kita selama ini adalah merah Pak Pj Bupati,” ungkap Sekda Salman Alfarisi ST ketika mengawali pembukaan rapat koordinasi kepala SKPK dengan Pj Bupati Abdya Darmansah. Namun, Sekda Salman tidak menjelaskan secara rinci apa yang melatar belakangi kinerja pemerintah eksekutif selama ini merah.

Pj Bupati yang memimpin rapat perdana langsung mengarahkan para kepala SKPK termasuk Camat, untuk melaporkan tentang kendala yang dihadapi terhadap program yang dijalankan selama ini.

Baca Juga:  Terkait Agunan Untuk Kredit KUR, SMNI Aceh Barat Akan Surati Komisaris BSI

“Selain kendala yang dihadapi, saya juga meminta para kepala SKPK untuk memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi tersebut sebagai jalan keluarnya. Dan penyampaiannya juga jangan bertele-tele alias terlalu panjang. Saya berharap tutup point saja,” kata Pj Bupati Darmansah.

Dalam rapat tersebut pemaparan awal disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Drh Nasruddin. Karena penyampainnya terlalu bertele-tele, sehingga Pj Bupati terpaksa bangkit dari tempat duduk dia maju ke depan memberi pengarahan bagaimana cara penyampaian tidak terlalu bertele-tele tersebut.

“Saya minta permasalahan yang dihadapi dan solusinya apa, itu saya,” tegas Darmansah yang mengawali karirnya dari seorang pendidik itu sebagai guru sekolah dasar.

Dalam rapat tersebut, hanya sekitar tujuh kepala dinas yang sempat menyampaikan laporannya, karena rapat tersebut hanya berlangsung sampai pukul 12.30 WIB. Sedangkan, sisanya akan dilanjutkan, Jumat (19/08/2022) hari ini ditempat yang sama.

Dalam rapat itu Kadis Pertanian dan Pangan Abdya, Drh Nasruddin sempat melaporkan tentang penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan ternak di daerah itu sudah mereda dan berhasil ditangani.

Baca Juga:  Peragaan Busana Warnai Acara Rakerda Dekranasda Aceh

Dijelaskan, karena dari 373 ekor hewan ternak yang terserang PMK, sudah berhasil disembuhkan sebanyak 363 ekor, hanya delapan ekor lagi yang saat ini masih dalam tahap penyembuhan, dan dua ekor dilaporkan mati.

Sedangkan jumlah populasi hewan ternak seperti, sapi, kerbau dan kambing di Abdya saat ini mencapai 6000 ekor lebih, sementara vaksin yang tersedia untuk hanya 1.500. Maka saat ini, Abdya masih terjadi kekurangan 4.500 buah vaksin untuk suntik pada seluruh hewan ternak guna mencegah terjadi penularan kembali.

Sementara, Kadis Kesehatan, Safriati dalam laporannya menyebutkan jumlah anak yang terkena stunting alias gizi buruk di Abdya saat ini mencapai 1.046 kasus atau sekitar 21 persen. “Kasus ini semuanya sekarang masih dalam penanganan,” lapornya.

Mendapat laporan tersebut, Pj Bupati Darmansah sangat terkejut. “Saya minta dinas terkait yang menangani kasus stunting ini untuk membuat group WastApp (WA) khusus sebagai sarana komunikasi.

Baca Juga:  Dr Nurdin Terima SK Tuan Rumah PORA XV Tahun 2026

Dan saya juga dimasukkan dalam group WA itu. Kasus stunting harus tuntas di Abdya akhir 2022 ini. Kita harus bekerja keras untuk menuntaskan kasus ini, demi generasi Abdya yang cerdas dan tangguh,” katanya.

Selain itu,soal irigasi sebagai sarana pengairan areal persawahan juga muncul dalam rapat tersebut, yang perlu harus mendapat penanganan serius guna mengembalikan Abdya sebagai salah satu lumbung beras di Aceh. Terkait, pengelolaan sampah juga mendapat perhatian serius.

Bahkan, terungkap saat ini penduduk Abdya yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sejumlah 6.844 orang lagi. Sementara, anak usia 0-16 tahun yang belum memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) mencapai 30.085 orang, dari 45.638 anak seluruhnya, dan hanya 15.553 anak yang sudah memiliki KIA. “Saya minta soal KTP dan KIA harus tuntas secepatnya,” pinta Pj Bupati Darmansah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.