KIP Abdya Diminta Gugurkan Caleg Eks Napi Koruptor

Foto: Ketua SaKA Abdya, Miswar. Antaran/istimewa.
Bagikan:

“Karena mereka tidak pernah mengumumkan diri secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana,” kata Miswar.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Yayasan Supremasi Keadilan Aceh (SaKA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) meminta Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat untuk mengugurkan calon legislatif (Caleg) yang tidak memenuhi syarat sebagai pencalonan.

Koordinator Yayasan SaKA Miswar dalam keterangan tertulisnya kepada antaran, Senin (04/09/2023) mengatakan, hasil investigasi dari tim SaKA, bahwa ada beberapa calon legislatif di Abdya merupakan mantan terpidana tindak pidana korupsi, dan tidak memenuhi syarat sebagai calon anggota legislatif.

“Karena mereka tidak pernah mengumumkan diri secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana,” kata Miswar.

Bahkan, menurut dia, ada juga salah satu mantan terpidana korupsi yang yang mendaftarkan diri sebagai calon DPRK Abdya, namun masa pidananya masih belum melewati jangka waktu yang ditentukan yakni lima tahun pasca selesai masa menjalani penjara.

Baca Juga:  H Joka Lantik Pengurus KTNA Dari Lima Kecamatan

Oleh sebab itu, kata Miswar, KIP Abdya harus merinci atau meneliti mengenai PKPU Nomor 10 Tahun 2023, bahwa terdapat sejumlah ketentuan atau peraturan khusus bagi mantan terpidana agar bisa mendaftarkan diri sebagai anggota legislatif.

Masih kata Miswar, bahwa dalam PKPU Tersebut sangat jelas misalnya ada seseorang yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif maka ia tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana dengan ancaman lima tahun atau lebih.

“Atau bagi mereka mantan narapidana, harus sudah melewati masa tunggu lima tahun sejak bebas, dan mengumumkan jati dirinya sebagai mantan narapidana kepada publik secara terbuka,” imbuhnya.

“Dan kita ingatkan KIP Abdya tidak meloloskan mantan narapidana, apalagi eks koruptor, yang belum memenuhi syarat sebagai calon legislatif. Jika KIP Abdya memaksakan diri tetap meloloskan tentu kami akan potensi melakukan sengketa sama KIP Abdya,” paparnya.

Baca Juga:  Rayakan HUT TNI 78, Polsek Trangun Sambangi Koramil

Jelas disebutkan, tambahnya, dalam PKPU Nomor 10/2023 tentang Pencalonan Anggota DPR dan DPRD Pasal 11 ayat 1, secara rinci dijelaskan bahwa seorang yang mencalonkan diri sebagai legislatif maka tidak pernah menjadi terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih.

“Kecuali terhadap terpidana yang melakukan tindak pidana kealpaan dan tindak pidana politik dalam pengertian suatu perbuatan yang dinyatakan sebagai tindak pidana dalam hukum positif hanya karena pelakunya mempunyai pandangan politik yang berbeda dengan rezim yang sedang berkuasa,” ujarnya.

Baca Juga:  Soal Cuitan di Facebook, Kalak BPBK Abdya Diminta Bijak Sikapi Kritikan Warga

Kemudian, bagi mantan terpidana yang telah melewati jangka waktu lima tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah inkracht, maka secara jujur atau terbuka mengumumkan mengenai latar belakang jati dirinya sebagai mantan terpidana, dan bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.

Juga disebutkan, lanjutnya, dalam Pasal 11 ayat 5 persyaratan telah melewati jangka waktu lima tahun setelah mantan terpidana selesai menjalani pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang inkracht sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g, terhitung sejak tanggal selesai menjalani masa pidananya.

“Sehingga tidak mempunyai hubungan secara teknis dan administratif dengan kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia, dan terhitung sampai dengan hari terakhir masa pengajuan bakal calon,” katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.