KNPI Subulussalam Prihatin, Ada Rumah Tanpa Listrik Penghuni Sakit

BADAN dan istrinya, Nurbaiti saat dikunjungi DPD KNPI Subulussalam. (ANTARAN/Ist)
Bagikan:

“Ini jangankan menikmati, hidup layak pun terkesan tidak mereka rasakan,” prihatin Edi.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – DPD KNPI Kota Subulussalam prihatin, memasuki 95 tahun usia Sumpah Pemuda 2023 masih ditemukan rumah warga tanpa penerang listrik.

Lebih memprihatinkan, kondisi pasangan suami istri dalam keadaan sakit sudah bertahun hingga anak terpaksa putus sekolah. Ironis, perhatian pemerintah daerah pun terhadap kondisi ini nyaris tidak ada.

Demikian Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam, Edi Sahputra Bako kepada AntaranNews.com, Kamis (2/11/2023), usai menemui warga penderita sakit bertahun di Kampong Muara Batubatu, Kecamatan Rundeng beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Tertangkap Curi Timbangan Sawit di Subulussalam, Dua Oknum Polisi Akan Disidang

Dikatakan, dalam kondisi yang sangat memprihatinkan ini, idealnya pemerintah bisa memberi solusi agar kemajuan dan perkembangan dapat dinikmati semua masyarakat. “Ini jangankan menikmati, hidup layak pun terkesan tidak mereka rasakan”, prihatin Edi.

Menurut Edi, kisah sakit dialami Badan, 44 tahun itu sudah dirasakan sejak empat tahun lalu itu terbilang cukup parah.

“Bapak Badan sudah sekitar empat tahun sakit paru, kondisinya makin parah, terbaring lemas dan susah bangkit. Beda lagi kondisi istrinya, Ibu Nurbaiti hampir dua tahun sakit struk. Ibu Nurbaiti hanya terbaring dan tak bisa berdiri”, cerita Edi.

Baca Juga:  Berikut Jadwal Penampilan Peserta MTQ Cabang Khattil Qur’an

Keprihatinan lain, cerita Edi, Badan dan Nurbaiti memiliki empat orang Anak yang masih kecil-kecil. Anak sulung mereka seusia Kelas VI SD terpaksa putus sekolah karena harus merawat kedua orang tua dan adik-adiknya.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan hidup mereka sehari-hari, sebatas menunggu empati saudara atau bahkan terpaksa tidak makan karena tak ada yang bisa dimakan.

Situasi dan kondisi yang menambah keprihatinan, rumah yang dihuni juga bocor, letaknya berada persis di bibir sungai dan tanpa aliran listrik.

Baca Juga:  Harga Sawit di Abdya Sentuh Rp 2.000/Kg

Syukur, kebaikan tetangga sukarela menyambungkan arus listrik dengan satu bola lampu ke rumah itu bisa sedikit menggembirakan hati Badan, Nurbaiti dan anak-anak mereka.

Lalu, KNPI datang sebatas silaturahmi, sedikit membawa tali asih sembako berupa beras, minyak goreng dan telur. Selain itu, ikut membantu memasang jaringan meteran listrik, kerjasama dengan pihak PLN Subulussalam.

“Insya Allah, kita akan berupaya bisa membantu sekaligus pendampingan proses perobatan pasangan suami istri ini”, serius Edi, berharap Pemko Subulussalam atau para dermawan melirik dan membantu Badan dan Nurbaiti, termasuk pendidikan anak mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.