Kuala Gabi Semakin Parah, Nelayan Singkil Berharap Balasan Cinta DPR RI Asal Aceh

Wasekjen Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA) Fadhli Ali saat menanggapi keluhan nelayan Singkil, persoalan pendangkalan muara sungai Kuala Gabi. Foto Ist
Bagikan:

Jurnalis : Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Saat ini pendangkalan muara sungai Kuala Gabi di Kabupaten Aceh Singkil kondisinya semakin parah. Sudah sepekan ini boat perikanan nelayan terpaksa melakukan bongkar muat di dermaga Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Anak Laut Kecamatan Singkil.

Akibatnya, para buruh di dermaga tradisional Pulo Sarok Singkil, yang kesehariannya menggantungkan hidup dengan bongkar muat barang boat nelayan maupun boat penumpang tersebut kehilangan mata pencahariannya sejak sepekan ini.

Mereka pun sempat beramai-ramai mendatangi Pj Bupati Drs Azmi, agar kapal barang dan boat perikanan itu bisa kembali berlabuh di Tangkahan Jembatan Tinggi Desa Pulo Sarok Singkil atau dialihkan sementara ke Pelabuhan Syahbandar.

Sebab selama ini, Tangkahan Jembatan Tinggi tersebut menjadi tempat persinggahan bagi kapal barang, yang menjadi mata pencaharian bagi para buruh dan penarik becak selama ini, kata Keuchik Pulo Sarok Yasmi dihadapan Pj Azmi, Jumat (01/09/2023) malam kemarin.

Baca Juga:  Pj Bupati Darmansah Teken MoU Bidang PTUN Bersama Kajari Abdya
Boat penyeberangan Singkil-Pulau Banyak yang tidak bisa masuk ke muara Kuala Gabi akibat pendangkalan. Para penumpang yang akan menyeberang ke Pulau Banyak, terpaksa dilansir dengan perahu mesin, yang nekat berjibaku melewati pecahan ombak di muara sungai Kuala Gabi dan mengancam jiwa penumpang. ANTARAN / Helmi.

Menjawab permintaan buruh itu, Pj Bupati Aceh Singkil Azmi mengatakan, pemindahan rute singgah boat barang dari Tangkahan Pulo Sarok ke PPI Anak Laut lantaran kondisi muara sungai sudah semakin parah pendangkalannya.

Kemudian untuk langkah pengalihan tempat berlabuh boat nelayan di Pelabuhan Syahbandar belum bisa diputuskan, lantaran dikhawatirkan dampak pendangkalan dan pecahan ombak sehingga tetap membahayakan nelayan.

“Pemkab Aceh Singkil beserta jajarannya akan terus berupaya melakukan akselerasi atau percepatan penanganan Muara Kuala Gabi, agar persoalan itu segera tertangani,” pungkas Azmi.

Menanggapi persoalan keluhan nelayan yang bertahun-tahun tidak tertangani itu, Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) Persaudaraan Barat Selatan Aceh (PBSA) Fadhli Ali, SE, MSi kepada antarannews.com, Senin (4/9/2023) mengatakan, Pemerintah Daerah harusnya segera merespon keluhan masyarakat tersebut.

Salahsatunya dengan menyampaikan permohonan program pengerukan muara sungai ke Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat.

Baca Juga:  Upacara Bhayangkara Berlangsung Secara Virtual di Mapolres Bener Meriah

“Atau kelompok masyarakat melalui Koperasi Nelayan untuk membuat dan menyampaikan usulan penanganan muara sungai dimaksud kepada Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Pusat,” ucap Fadhli

Menurutnya, sudah saatnya pula masyarakat Aceh Singkil menagih janji para Anggota DPR RI yang terpilih pada 2019 lalu untuk memperjuangkan jeritan rakyat Aceh Singkil tersebut.

“Jika selama ini DPR RI asal dapil I yang mencakup wilayah Singkil, ada yang belum berbuat baik atau balas budi pada masyarakat Singkil,” ungkapnya.

Sehingga, lanjutnya, sudah saatnya mereka memberikan balasan terhadap cinta warga Singkil dari anggota DPR RI asal Dapil I Aceh ini, karena telah memberikan suaranya untuk duduk di kursi Parlemen tersebut, dengan merespon usulan masyarakat nelayan, yang menghadapi masalah pendangkalan Kuala Gabi ini.

Sebab, ada 7 orang anggota DPR RI yang pernah menangguk suara untuk kemenangan mereka di Aceh Singkil. Semoga ada diantara mereka nanti yang bersungguh-sungguh merespon sampai aspirasi masyarakat nelayan disana tersahuti atau ada solusi kongkritnya dari APBN maupun APBA.

Baca Juga:  Asosiasi Dump Truck di Nagan Raya Siap Menangkan Jamal Idham Duduk di DPR RI

Ini kesempatan yang bagus bagi nelayan, untuk menyampaikan usulan karena sudah memasuki tahun politik. Dan keluhan nelayan Singkil ini juga sudah saya sampaikan ke Kementerian Perhubungan Laut.

Dan mereka menyarankan agar mengajukan proposal untuk program penanganan pendangkalan tersebut, beber Fadhli. Sementara itu, tujuh anggota DPR RI dari Dapil I Aceh meliputi, H Irmawan, S.Sos, MM dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Fahdlullah, SE dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), H M Salim Fakhry, SE, MM, Partai Golongan Karya (Golkar), Rafli Kande dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kemudian Hj, Illiza Sa’aduddin Djamal, SE dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan H Nazaruddin Dek Gam dari Partai Amanat Nasional (PAN).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.