Kuasa Hukum Korban Penamparan Anak di Bawah Umur Minta Pelaku Segera Diproses

Kuasa Hukum dari Korban, Sandri Amin SH. ANTARAN / Foto Ist
Bagikan:

“Pelaku kemudian mendatangi sekolah untuk menjumpai korban dan melakukan penamparan sebanyak lima kali di bagian pipi korban, serta melakukan pemukulan di bagian kepala sebanyak satu kali,”kata Sandri.

Jurnalis : Ardiansyah 

ANTARAN|SIMEULUE – Penasehat hukum korban penganiyaan anak di bawah umur meminta agar terduga pelaku bisa segera dilakukan proses hukum oleh pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan korban masih mengalami tekanan Psikologis karena ulah yang dilakukan oleh seorang oknum wali murid di Desa Ganting, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue pada awal Oktober lalu.

Hal tersebut disampaikan oleh Sandri Amin, SH selaku penasehat hukum dari korban penganiayaan pada temu pers di salah satu warung kopi di Sinabang, Jumat (13/10/2023). Penasehat Hukum yang juga didampingi oleh kedua orang tua korban, serta korban itu sendiri yang masih duduk di bangku kelas 5 SD.

Pihaknya meminta agar proses penanganan kasus penganiayaan anak di bawah umur dapat diproses agar adanya rasa keadilan bagi keluarga korban yang mengalami korban pemukulan.

Baca Juga:  Ketua MPD Kota Subulussalam Briefing Calon Mahasiswa Menuju UIN Banda Aceh

Sandri Amin menyampaikan bahwa ihwal kejadian pemukulan oleh terlapor yang bernisial A, dikarenakan anak pelaku awalnya menyuruh rekannya untuk memukul korban.

Berdasarkan BAP yang diterima oleh nya bahwa korban yang dipukul oleh kawan anak pelaku, korban yang bertanya kepada rekan anak pelaku bahwa dirinya disuruh oleh anak pelaku.

Korban yang kemudian berusaha membalas memukul kepada anak pelaku mengenai di bagian bahu, hal tersebut kemudian anak pelaku menangis dan mengadu kepada orang tuanya.

“Pelaku kemudian mendatangi sekolah untuk menjumpai korban dan melakukan penamparan sebanyak lima kali di bagian pipi korban, serta melakukan pemukulan di bagian kepala sebanyak satu kali,”kata Sandri.

Pelaku juga sempat memberikan ancaman akan memotong leher korban jika masih mengganggu anak pelaku. Pelaku hingga saat ini masih belum mengakui perbuatan dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban, namun berselang tiga hari kemudian pihak orang tua menunggu proses mediasi di tingkat desa tak kunjung dilakukan.

Baca Juga:  385 Kaur Keuangan Kute di Aceh Tenggara Ikuti Bimtek

Sehingga pihak orang tua memutuskan untuk melaporkan ke pihak kepolisian, namun terduga pelaku juga masih belum mau mengakui perbuatannya.

Sandri Amin juga menjelaskan bahwa setelah pihak orang tua melaporkan ke pihak kepolisian namun ada pihak-pihak yang mendesak untuk mencabut laporan dari kepolisian.

Di samping itu, Sandri Amin juga meminta agar adanya segera pendampingan dari instansi terkait sebab hingga kini keadaan korban untuk keluar rumah saja enggan karena khawatir bertemu dengan pelaku.

“Kita juga berharap kasus ini tidak ada pihak-pihak tertentu yang melindungi pelaku dan memperlambat proses hukum yang saat ini sedang berjalan,”harap Sandri Amin.

Sebelumnya, Seorang wali murid Sekolah Dasar (SD) Negeri Simeulue Timur berinisial AM dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan tindak pidana kekerasan dan pengancaman terhadap seorang siswa di sekolah tersebut.

Untuk diketahui wali murid tersebut juga merupakan salah seorang kepala dusun dalam wilayah Kecamatan Simeulue Timur, serta kontributor salah satu televisi swasta nasional.

Dia dilaporkan ke Polres setempat pada Kamis (5/10) lalu. Dalam laporan bernomor: LP/ B/ 89/X/2023/SPKT/Polres Simeulue/Polda Aceh itu dijelaskan, pada Selasa (03/10/2023).

Baca Juga:  Kabupaten Gayo Lues Terima WTP ke 9 Kali Berturut-turut 

Anak terlapor (AM) menyuruh salah satu temannya untuk memukul korban. Tak terima dipukul, korban kemudian langsung membalas memukul anak terduga terlapor.

Setelah itu, anak terlapor menangis dan mengadu kepada terlapor, sehingga terlapor mendatangi sekolah untuk menjumpai korban.

Setiba di sekolah, terlapor langsung menarik korban ke dalam kelas dan menampar korban sebanyak lima kali dan satu kali melakukan pemukulan di bagian kepala.

Tak hanya itu, terlapor juga sempat mengancam korban akan memotong leher korban jika mengganggu anaknya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Simeulue IPDA Zainur Fauzi.SH mengatakan, Membenarkan adanya laporan terhadap inisial AM yang diduga melakukan kekerasan kepada anak Sekolah Dasar (SD) dan masih di bawah umur.

“Benar kita ada menerima laporan tersebut, dan saat ini sedang kita proses” Kata Kasat Reskrim Polres Simeulue IPDA Zainur saat di konfirmasi Jumat (13/10/2023).(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.