Lagi, Satpol PP – WH Jaring 7 Ekor Sapi di Aceh Jaya

Sejumlah Petugas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Jaya bersama Tim Terpadu berhasil menjaring dan menangkap 7 ekor Sapi di Kabupaten Aceh Jaya, pada Kamis (22/12/2022). ANTARAN / AL-FARABY
Bagikan:

“Kami selalu menghimbau dan mengingatkan pemilik ternak untuk menjaga dan merawat hewan peliharaannya dengan baik sesuai dengan Qanun dan aturan agama,” ujar Hamdani. 

Jurnalis : Al- Faraby

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Sejumlah Petugas Satpol PP dan WH Kabupaten Aceh Jaya bersama Tim Terpadu berhasil menjaring dan menangkap 7 ekor Sapi di Kabupaten Aceh Jaya, pada Kamis (22/12/2022) kemarin.

Kepala Satpol PP-WH Kabupaten Aceh Jaya,
Drs Supriadi melalui Kepala Bidang Ketertiban Umum, Ketenteraman dan Perlindungan Masyarakat, Hamdani kepada antarannews.com, Jumat (23/12/2022) mengatakan, lokasi penangkapan persisnya di jalan utama Banda Aceh – Meulaboh dan di dalam perkarangan Kantor BKPSDM Aceh Jaya.

Baca Juga:  Jufri Hasanuddin, Masih "Memburu" Partai Sendiri.?

Sambungnya, Tim Penertiban Ternak/Petugas Satpol PP akan terus melakukan penangkapan bila ternak tetap dibiarkan berkeliaran bebas oleh pemiliknya. Sebab, Satpol PP sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) selama ini terus melakukan Sosialisasi Qanun Kabupaten Aceh Jaya Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penertiban Ternak ke seluruh Kecamatan dalam lingkungan Kabupaten Aceh Jaya.

“Kami selalu menghimbau dan mengingatkan pemilik ternak untuk menjaga dan merawat hewan peliharaannya dengan baik sesuai dengan Qanun dan aturan agama. Jangan pernah berpikir Petugas Satpol PP sudah berhenti melakukan penertiban ternak,” ujar Hamdani.

Baca Juga:  Tujuh Puskesmas di Nagan Raya Terima Sertifikat Akreditasi dari Kemenkes

Ia juga mengatakan bahwa Tim selalu memantau dan melakukan patroli. Karenanya ia meminta kepada seluruh peternak untuk mengkandangkan hewan ternaknya. “Jangan menunggu petugas penertiban datang,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Hamdadi juga mengajak masyarakat pemilik ternak untuk bersama berubah dan keluar dari zona nyaman selama ini. Karena menyalahi dengan ketentuan Qanun dan anjuran Agama.

“Semoga saja tingkat kesadaran pemilik ternak semakin meningkat dan kepatuhan terhadap penegakan Qanun kedepannya semakin lebih baik,” pungkasnya.(*)

Baca Juga:  RSUD-YA Tapaktuan Fungsikan Kamar Operasi Bedah, Kateterisasi dan CT-SCAN 64 Slice

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.