Lahan Terbakar, BPBK Abdya Ingatkan Warga Tetap Waspada

BPBK Abdya, TNI, Poliri dan masyarakat setempat saat memadamkan api yang membakar lahan warga di kawasan Cot Manggeng Kecamatan Babahrot, Senin (18/7/2022) sekira pukul 18.36 WIB. ANTARAN / AGUS
Bagikan:

Jurnalis : Agus

ANTARANNEWS.COM|BLANGPIDIE – Lahan gambut dan perkebunan milik warga di kawasan Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terbakar. Ditambah lagi dalam beberapa pekan terakhir Abdya dan sekitarnya bercuaca panas, yang membuat api dengan cepat merambat. Terkait kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Kepala BPBK Abdya, Armayadi ST kepada wartawan Rabu (20/7/2022) menyebutkan, lahan yang terbakar tersebut berada di kawasan Cot Manggeng, Kecamatan Babahrot. Sedikitnya ada setengah hektare lahan milik warga yang terbakar pada Senin (18/7/2022) sekira pukul 18.36 WIB.

Namun berkat kerjasama tim yang terdiri BPBK Abdya, TNI, Poliri dan masyarakat setempat, kobaran api berhasil dipadamkan dengan melibatkan dua unit armada pemadam kebakaran (Damkar) dari Pos Kuala Batee dan Pos Induk Blangpidie serta dua unit mesin Karhutla portable.

Baca Juga:  Kajari Aceh Barat Diganti, Ini Pejabat Barunya

“Pasca mendapatkan informasi kebarakan itu dari Pos Kuala Batee, kami langsung bergerak ke lokasi guna memadamkan titik api serta melakukan langkah-langkah penanganan lainnya, hingga titik api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, kawasan hutan dan lahan perkebunan warga di Abdya memang kerap dilanda bencana kebakaran, terutama disaat memasuki musim kemarau seperti di kawasan Kuala Batee dan Babahrot. Dalam kawasan tersebut terdapat ribuan ha kawasan hutan lindung serta perkebunan rakyat. Jika titik api muncul, dengan mudah lahan tersebut terbakar dan merembes ke lokasi lain yang juga mengancam pemukiman warga setempat.

Baca Juga:  Halal Bi Halal Pakpak Sejabodetabek, Wali Kota Subulussalam Diundang

Karhutla dapat menyebabkan kerugian yang tidak sedikit baik materil maupun inmateril, oleh karenanya dalam penanggulangan bahaya kebakaran dilakukan tidak sendiri melainkan bekerja sama dan bersinergi dengan beberapa instansi terkait termasuk juga peran aktif masyarakat.

Umumnya, pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan itu dikarenakan kelalaian oknum masyarakat saat membuka lahan perkebunan dengan cara membakar dan akibat cuaca yang terlalu panas. Bencana kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batasan status hutan dan lahan.

Baca Juga:  Harga Cabai Rawit di Wilayah Tengah Aceh Semakin Terjun Bebas

Dari sekian banyak kasus kebakaran yang kerap melanda Abdya dan telah menyebabkan kerugian yang tidak sedikit pula, cukuplah menjadi tolak ukur untuk meningkat kewaspadaan akan bahaya kebakaran. Masyarakat diharapkan harus lebih proaktif dalam upaya menghindari musibah kebakaran. Tentunya dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, tidak membakar lahan, rutin memeriksa kompor gas untuk menghindari kebocoran dan upaya lainnya.

“Karena itu kami mengimbau seluruh warga Abdya untuk tidak melakukan pembakaran terutama bagi mereka yang membuka lahan baru. Sebab hal itu sangat berbahaya, sehingga harus dihindari, apalagi saat ini cuaca sedang panas,” imbuhnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.