LBH-JKA Desak Pemerintah dan PSSI Lakukan Evaluasi Keamanan Liga 1

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Jendela Keadilan Aceh (LBH-JKA), Muhammad Nasir Selian SH MH. Foto Dok Pribadi
Bagikan:

“Hanya sepak bola di Indonesia yang saban tahun selalu menelan nyawa. Bahkan di Oktober ini kasus kemanusian terbesar malah terjadi dengan jumlah 129 nyawa melayang pada perhelatan Liga 1 di stadion Kanjaharuhan Malang, Jawa Timur,” ungkap Nasir.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Lembaga Bantuan Hukum Jendela Keadilan Aceh (LBH – JKA) menyayangkan terjadinya kasus kemanusian pada perhelatan Liga 1 di stadion Kanjaharuhan Malang, Jawa Timur. Perhelatan sepak bola yang seharusnya menjadi ajang adu sportivitas malah menjadi tempat pertaruhan nyawa anak bangsa.

Baca Juga:  Semarakan HUT Bhayangkara ke 77, Dandim 0107/Asel dan Anggota Ikut Olahraga Bersama Polres Aceh Selatan

“Di Indonesia sendiri hampir saban tahun dunia sepak bola menelan nyawa bagi penggemarnya,” kata Direktur LBH-JKA, Muhammad Nasir Selian SH MH dalam keterangan Persnya yang diterima antarannews.com, Minggu (2/10/2022).

LBH-JKA mencatat, sejak 1994 sampai awal 2022 berdasarkan data yang dihimpun Save Our Soccer yang dirilis Kompas.com pada Juni 2022, dan ditahun yang sama juga 2 suporter meninggal dunia pada perhelatan penyisihan Piala Presiden di Jawa Barat.

Baca Juga:  Jamaluddin Dilantik Jadi Kepala Inspektorat Aceh, Almurizal Kamal Jabat Plt Kadisbudpar Aceh

“Hanya sepak bola di Indonesia yang saban tahun selalu menelan nyawa. Bahkan di Oktober ini kasus kemanusian terbesar malah terjadi dengan jumlah 129 nyawa melayang pada perhelatan Liga 1 di stadion Kanjaharuhan Malang, Jawa Timur,” ungkap Nasir.

Karenanya, lanjut Nasir, LBH-JKA mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keamanan perhelatan olahraga dan jika adanya pelanggaran yang terjadi maka Polri harus berani memproses sesuai ketentuan.”Karena nyawa anak bangsa sungguh mahal harganya,” ungkap Muhammad Nasir.

Baca Juga:  Asisten III Setdakab Simeulue Buka Kegiatan Pembinaan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

Dalam keterangannya itu, Muhammad Nasir juga menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas tragedi di stadion Kanjaharuhan Malang, Jawa Timur tersebut. Apalagi di tahun 2023 mendatang Indonesia merupakan tuan rumah perhelatan ajang Piala Dunia U 20.

“Dengan tragedi ini tentunya kepercayaan dunia internasional dapat menurun dan sanksi FIFA juga berlaku, sehingga upaya serius harus segera dilakukan untuk dunia sepak bola Indonesia di masa mendatang,” pungkas Nasir.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.