Lelang Proyek Di Aceh Singkil Terindikasi Ada Permainan, Penawar Tertinggi Bisa Jadi Pemenang

Hasil evaluasi proyek Peningkatan Jalan Ujung Bawang-Pemuka Lama dengan pagu anggaran Rp.11 miliar lebih, yang dimenangkan penawar nomor urut 11, CV Kuala Gabi, di LPSE Aceh Singkil. ANTARAN/foto Ist.
Bagikan:

“Undangan Pokja tidak masuk pada hari Kamis 25 Mei. Dan baru masuk Sabtu 27 Mei. Sehingga perusahaan tidak hadir dan langsung digugurkan. Dan sebenarnya itu tidak bisa digugurkan,” ucap Azmi.

Jurnalis: Helmi

ANTARAN|SINGKIL – Sejumlah masyarakat maupun para rekanan kontraktor di Aceh Singkil, menduga adanya pengarahan untuk pemenangan lelang proyek di Kabupaten Aceh Singkil.

Artinya, proses tender yang berlangsung di Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setdakab Aceh Singkil itu terindikasi adanya intervensi dari pihak tertentu, karena proses seleksi yang terlihat ada kejanggalan.

Sebab, pengumuman 3 proyek strategis dengan nilai besar yang sebelumnya telah dilakukan probity audit oleh Inspektorat Aceh Singkil itu, diduga tidak mengacu kepada Perpres Nomor 12 tahun 2021 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Informasi yang dihimpun antaran, jadwal evaluasi yang dilakukan itu sempat berubah-ubah dari jadwal yang sudah ditentukan. Dan bahkan salah satu perusahaan kontruksi mengakui tidak menerima undangan sesuai jadwal, pada tahap pembuktian kualifikasi dan telah dinyatakan gugur.

Baca Juga:  Tutup Tahun 2023, PT Socfindo Kebun Seunagan Selesaikan Seluruh Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Lantaran, proyek besar tersebut dimenangkan oleh perusahaan kontruksi penawar tertinggi, yang berada pada urutan penawaran 11 dan 10. Seperti proyek Peningkatan Jalan Ujung Bawang-Pemuka Lama dengan pagu anggaran senilai Rp.11.130.000.000, dimenangkan perusahaan CV Kuala Gabi.

Kemudian, Peningkatan Jalan Singkil-Teluk Rumbia, pagu Rp.10.869.999.995, dimenangkan oleh CV. Rizki Kontruksi dan Peningkatan Jalan Pemancar-Dsn Pendidikan dengan pagu Rp.969.894.800. CV. Ridhapo Jaya.

Kemudian, satu lagi proyek strategis, Peningkatan Jalan T. Labaidin – Jl. Merpati, yang sumber anggaran Otsus 2023 dengan pagu, Rp. 1.439.900.000, sampai dengan hari ini belum ditayang perusahaan pemenangnya di situs LPSE Aceh Singkil.

Padahal sesuai jadwal, pengumuman 30 Mei 2023 dan penandatanganan kontrak 7 Juni 2023. Sementara tertulis jadwal tahap lelang, tender sudah selesai. Merujuk kepada Perpres Nomor 12 Tahun 2021, ada tiga metode dalam melakukan evaluasi penawaran penyedia dalam pelaksanaan tender PBJ.

Sesuai, Pasal 39 evaluasi penawaran penyedia barang dalam pekerjaan kontruksi dilakukan dengan 3 metode,
meliputi, a) sistem nilai, b) Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis, atau, c) Harga Terendah.

Baca Juga:  Kontingen Aceh Singkil Apresiasi Dukungan dan Motivasi Ketua PKK Selama Bertanding

Sayangnya, dalam proses evaluasi yang dilaksanakan Pokja ULP tersebut telah memenangkan perusahaan kontruksi penawar tertinggi dengan selisih harga Rp1.2 miliar, untuk proyek Peningkatan Jalan Ujung Bawang-Pemuka Lama.

Salah satu Tokoh Masyarakat, Pemerhati Pembangunan Daerah, Azmi yang ikut mengawal proses tender tersebut kepada antaran, Jumat (16/6/2023) mengungkapkan, terindikasi ada kejanggalan dalam proses tender yang sedang berlangsung.

Sehingga dugaan adanya intervensi dari pihak yang “bertangan besi,” kemungkinan benar terjadi, ucap Azmi. Sebab, seleksi penawaran seharusnya dimenangkan perusahaan yang menawar dengan harga terendah. Namun, Pokja ULP memenangkan perusahaan dengan harga tertinggi dan ini tidak fair. Sehingga berdampak terhadap minimnya hasil keuntungan dari hasil lelang yang masuk ke daerah, beber Azmi.

Sebab pada saat jadwal evaluasi pengadaan barang dan jasa (PBJ), perusahaan kontruksi penawar terendah, perusahaan rekanan yang terseleksi penawar teratas dalam lelang proyek tersebut wajib menghadiri undangan Pokja ULP untuk tahap Pembuktian Kualifikasi.

Baca Juga:  Gerakan Subuh Berjamaah di BRR, Pj Bupati Aceh Singkil Serahkan Santunan Anak Yatim

Herannya, salah satu perusahaan kontruksi penawar teratas tidak menerima undangan tersebut sesuai jadwal, dan di gugurkan dengan alasan tidak menghadiri undangan. Undangan kata pihak Pokja ULP dikirim via email hari Kamis. Dan perusahaan harus hadir pada Jumat 26 Mei 2023.

“Undangan Pokja tidak masuk pada hari Kamis 25 Mei. Dan baru masuk Sabtu 27 Mei. Sehingga perusahaan tidak hadir dan langsung digugurkan. Dan sebenarnya itu tidak bisa digugurkan,” ucap Azmi.

Sebelumnya, Pj Bupati Aceh Singkil Marthunis menegaskan, dirinya tetap berkomitmen agar proses lelang yang dilaksanakan Pokja ULP harus berjalan sehat, adil, Kompetitif dan berkualitas, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Sehingga, siapapun perusahaan kontruksi yang layak dimenangkan dan memenuhi syarat, dapat melaksanakan pekerjaan yang baik untuk pembangunan Aceh Singkil.

“Dan jika ada perusahaan yang merasa dizalimi silahkan melakukan sanggah atau lapor melalui Span Lapor sesuai mekanisme dan aturan,” tegas Marthunis.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.