Liburan Tahun Baru, Objek Wisata Pulau Pinang Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Wisatawan menikmati keindahan laut objek wisata Pulau Pinang Simeulue. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

“Selain itu, di sebelah utara pulau pinang ini terdapat banyak batu-batu karang besar yang menjadi destinasi favorit bagi para pengunjung yang ingin berfoto, Kemudian daya tarik Pulau Pinang ini adalah masih banyak ditemui ikan-ikan kecil seperti ikan hias,” ujarnya Shafwandi.

Jurnalis: Ardiansyah

ANTARAN | SIMEULUE – Objek wisata pulau pinang yang berada di Desa Sambay dan Desa Luan Balu, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue menjadi daya tarik kunjungan wisatawan luar dan wisatawan lokal untuk menikmati liburan tahun baru mengawali tahun 2024, pada Senin (01/01/2024).

Jarak tempuh wisata ini dari pusat Kota Sinabang sekitar 30 kilo meter (Km) dan memakan waktu selama 30 menit perjalanan dengan mengendarai mobil atau sepeda motor.

Baca Juga:  Selama Menjabat Pj Bupati Abdya, Kinerja H Darmansah Diapresiasi

Objek wisata Pulau Pinang ramai dikunjungi oleh para wisatawan, baik dalam negeri maupun mancanegara karena ke indahan serta panorama pantainya yang begitu indah

Bagi anda yang ingin sampai di wisata pulau pinang anda harus menyewa sebuah perahu tradisional dengan biayanya sekitar 15.000/orang.

Para turis akan dibawa dan memulangkan para wisatawan dengan jarak waktu sekitar 20 menit. Baik itu turun dari Pelabuhan Sambay Maupun Pelabuhan Luan Balu

Baca Juga:  MPD Abdya Terima Kunjungan Kerja MPD Gayo Lues

Salah seorang pengunjung Pulau Pinang Shafwandi, S.TP. Asal dari Kabupaten Aceh Barat mengatakan, alasannya berlibur di Pulau Pinang karena ingin menyaksikan secara langsung pemandangan laut lepas yang sangat indah, memiliki pasir yang putih, air lautnya yang bening dengan warna hijau tosca dan bersih tentunya.

“Selain itu, di sebelah utara pulau pinang ini terdapat banyak batu-batu karang besar yang menjadi destinasi favorit bagi para pengunjung yang ingin berfoto, Kemudian daya tarik Pulau Pinang ini adalah masih banyak ditemui ikan-ikan kecil seperti ikan hias,” ujarnya Shafwandi.

Sementara itu, Ali Firdaus Asal Desa Luan Balu mengatakan, pihaknya salalu mensosialisasikan kepada pengunjung terkait ekosistem laut yang ada di pulau pinang agar ikan-ikan kecil untuk tidak di bawa pulang.

Baca Juga:  Pemkab Bener Meriah Tanam Ribuan Bibit Alpukat

Dikatakan, dengan membiarkan mereka berkembang biak di antara batu karang yang sepanjang pantai keliling pulau pinang yang masih sangat banyak dan Alami yang berenang bebas.

“Kami yang asli warga Desa Luan Balu tetap mensosialisasikan kepada setiap pengunjung wisata pulau pinang terkait ekosistem laut agar sama-sama kita menjaga, baik kebersihan lautnya serta kebersihan bibir pantainya, ini tetap kita himbau kepada pengunjung,” demikian katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.