Dr Nurdin Dalam Alunan Asa di Hati yang Kecewa

Dr Nurdin, Pj Bupati Aceh Jaya saat berkunjung di Gampong Sayeung, Mukim Lam Teungoh, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya, Kamis (28/07/2022), sekira 12.00 WIB. Foto IST
Bagikan:

Beras dan padi itu sendiri, simbol kemakmuran, kesuburan, dan kesejahteraan,” ulas seorang petua adat Sayeung saat ditanyakan makna dari setiap gerakan, bahan-bahan dedaunan, dan biji-bijian yang digunakan dalam adat penyambutan tamu dan peusijuk.

Jurnalis : Affan Ramli

Tgk Syakwi, tak lansung mengalungkan bunga pada tamu yang mereka tunggu-tunggu berjam-jam lalu. Dr Nurdin, Pj Bupati Aceh Jaya berkunjung ke kampung mereka pada Kamis (28/07), tiba di Gampong Sayeung, Mukim Lam Teungoh, Kecamatan Darul Hikmah, Aceh Jaya sekitar jam 12.00 WIB.

Syakwi seperti ingin mengambil jeda beberapa saat, padahal sang Bupati telah tiba, tepat di hadapannya. Mulut pimpinan Dayah Baitu Sabri itu komat kamit, seperti sedang mengatakan sesuatu, atau membacakan kalimat-kalimat mantra. Belakangan, setelah selesai acara, saya diberitahu Tgk Syakwi, bahwa ia tadi menjeda, untuk mendoakan Dr Nurdin sebelum mengalungkan bunga ke lehernya.

“Saya mendoakan, agar Pak Nurdin diberi keselamatan dan dimudahkan pencapaian cita-cita selama memimpin Aceh Jaya,” ujarnya setengah berbisik. Allhumma anzil rahmatan wa salamatan, Syakwi memperagakan bunyi kalimat arab mengawali doanya tadi menjelang pengalungan bunga.

Pengalungan bunga ke leher tamu tampaknya, memang bukan tradisi asli Gampong Sayeung, dan gampong-gampong lain di Darul Hikmah. Wajar saja, cara warga kampung melakukannya, agak berbeda, sudah diubah-suaikan sedemikian rupa, mendekati cara-cara tradisi peusijuk.

Baca Juga:  SEMMI Cabang Aceh Selatan Beraudiensi Dengan Kejari Aceh Selatan

Seorang tamu yang hendak dikalungkan bunga, didoakan terlebih dahulu, lalu dipercikan segenggam beras dan padi ke bagian depan tubuhnya.

“Beras dan padi itu sendiri, simbol kemakmuran, kesuburan, dan kesejahteraan” ulas seorang petua adat Sayeung saat ditanyakan makna dari setiap gerakan, bahan-bahan dedaunan, dan biji-bijian yang digunakan dalam adat penyambutan tamu dan peusijuk.

Itu berarti, ketika Baihaqi, tokoh masyarakat setempat mulai menabur dan memercik segenggam beras hampir berbarengan dengan pengalungan bunga oleh Tgk Syakwi, pertanda harapan perbaikan nasib masyarakat di sana sedang digantungkan kepadanya.

Benar saja, Imum Mukim Lam Teungoh, Amrullah, menjelaskan dengan serinci-rincinya, seberapa besar harapan digantungkan masyarakat Sayeung dan Alue Gajah kepada Pj Bupati baru itu. Semua harapan masyarakat, disampaikan dalam pidato sambutan Imum Mukim itu yang kocak, bergelora, dan to the point.

Terutama menyangkut jalan yang melintasi Mukim Kuta Baro dan Mukim Lam Teungoh, Kecamatan Darul Hikmah, dimana Sayeung dan Alue Gajah berada di dalamnya, belum pernah teraspal sejak jalan itu dibuat lebih 30 tahun lalu. Selain juga, rusak parah dan berlobang.

“Jalan ini dibangun berbarengan dengan program transmigrasi tahun 1990, setelah berganti beberapa kali bupati, jalan kampung kami masih belum pernah teraspal sama sekali” tegas Imum Mukim seakan hendak mengajak semua yang hadir di sana berhitung, usia jalan berlobang itu sudah lebih setengah abad.

Baca Juga:  Pemkab Abdya Tetapkan Hari Meugang Idul Fitri Kamis 20 April 2023

Sekaligus membuat tekanan-tekanan emosional mewakili kekecewaan masyarakat di sana, mereka hampir-hampir putus asa memperjuangkan pengaspalan jalan itu.

Mesjid kampung perlu direhab, fasilitas olah raga untuk anak-anak muda, dan pembangunan ekonomi pesantren, masuk diantara isu-isu utama yang dihighlight Imum Mukim di hadapan Bupati Nurdin, mewakili suara-suara banyak unsur masyarakat dua kampung itu.

Melihat kampung-kampung terpinggirkan di Darul Hikmah, lokasi kunjungan kerja Dr Nurdin, menggiring imajinasi kita kembali ke era 60-an. Wajah kampung-kampung pedalaman itu setara kampung Indonesia bagian lain setengah abad lalu. Seakan waktu, di kampung-kampung itu, telah lama berhenti berjalan.

Namun, rakyat harus berpikir optimis. Pemimpin transisi seperti Pj Bupati Nurdin bertugas membangkitkan semangat rakyat dan gerak harmoni semua pihak dalam menggerakan pembangunan Aceh Jaya. Optimis, berpikir positif, dan saling berkoloborasi. Itu tiga kata kunci dalam gerak kepemimpinan Dr Nurdin di Aceh Jaya.

“Sumberdaya alam harus digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jika kalimatnya lebih spesifik, kekeyaan alam di Gampong Sayeung dan Alue Gajah harus dikelola sebaik-baiknya untuk kesejehteraan masyarakatnya,” tegas Dr Nurdin sambil mengingatkan semua orang yang hadir, penggalan poin tersebut bagian dari semangat Undang-undang Dasar Republik Indonesia.

Baca Juga:  Polisi Bekuk Tiga Pengedar Sabu di Agara

Bahkan ide-ide konservasi sumberdaya alam pun, bagi Dr Nurdin, harus diletakan dalam skema memperbaiki penghasilan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Sebagai contoh, banyak gajah yang melintasi lahan perkebunan bapak-ibu di sini secara rutin. Kita tidak cuma memikirkan kesejahteraan gajah Dalam program konservasi harus dipastikan juga, kesejahteraan masyarakat sekitarannya. Infrastruktur eko-wisata akan kita bangun, seperti Menara Pantau, agar banyak orang luar datang ke kampung-kampung bapak-ibu untuk melihat gajah,” tambah Pj Bupati Aceh Jaya itu.

Pria yang juga sedang meniti karir di Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) itu, meyakinkan masyarakatnya di Sayeung dan Alue Gajah, bahwa ia tidak datang sendirian. Sebagai Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin membawa serta perangkat kerja daerah yang mencatat dan menindaklanjuti harapan-harapan lain dari masyarakat dua gampong, lokasi kunjungan kerja.

Telah terbit purnama di atas kita, dari lembah Wada. Kalimat itu, dalam Bahasa arab, dibaca beralunan oleh ratusan masyarakat Sayeung dan Alue Gajah, mengiri gerak langkah pelan Pj Bupati Nurdin ke arah balai drah, tempat prosesi peusijuk yang telah disiapkan untuknya. Penggalan shalawat badar itu, seakan mewakili perasaan masyarakat yang telah lama dikecewakan, kini mulai tampak harapan hadir di depan mata mereka.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.