Malam Ini, Upaya Pencarian Bocah Alul Dihentikan Sementara

Tim Basarnas turut dibantu aparat kepolisian dari Pol Air Polda Aceh dan Polsek Kuta Alam melakukan upaya pencarian terhadap bocah, Rijalul Fikri (9) alias Alul yang tenggelam di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Aceh, kawasan Lorong Tanggul, Gampong Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (12/06/2022) sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi. ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM|BANDA ACEH – Tim Basarnas Banda Aceh, Minggu (12/06/2022) malam telah menghentikan sementara upaya pencarian terhadap bocah, Rijalul Fikri (9) alias Alul yang tenggelam di daerah aliran sungai (DAS) Krueng Aceh, kawasan Lorong Tanggul, Gampong Kuta Alam, Banda Aceh, sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi.

Bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD itu, sampai pukul 23.30 WIB malam belum berhasil ditemukan.

Pantauan antarannews.com, sekitar pukul 23.30 WIB malam tadi, puluhan warga masih terlihat berada di sekitar tanggul lokasi tenggelamnya bocah tersebut, sembari mengamati ke arah sungai, mana tahu kemungkinan bocah tersebut akan muncul kepermukaan sungai.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Budiono SE MM yang dikonfirmasi antarannews.com Minggu (12/06/2022) malam, mengakui pihaknya terpaksa menghentikan sementara upaya pencarian bocah Alul yang tenggelam di DAS Krueng Aceh tadi pagi.

“Mala ini kita hentikan sementara upaya pencariannya, dan akan kita lanjutkan kembali besok pagi sekitar pukul 07.30 WIB,” katanya.

Baca Juga:  Sambut HUT RI, Muspika Kluet Timur Benahi Komplek Makam Pahlawan Panglimo Rajo Lelo

Dikatakan, upaya pencarian yang dilakukan dari pagi sampai malam tadi, tim Basarnas turut dibantu aparat kepolisian dari Pol Air Polda Aceh dan Polsek Kuta Alam.

“Tadi juga kita kerahkan dua penyelam untuk melakukan pencarian dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Kemudian aparat TNI dari Koramil Kuta Alam, lalu Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) serta masyarakat setempat.

Upaya pencarian dari yang dilakukan dari pagi sampai malam tadi dibagi dalam tiga tim. “Tadi juga kita kerahkan dua penyelam untuk melakukan pencarian dari pukul 12.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB,” jelasnya.

Dijelaskan, tim pertama berjumlah lima orang menggunakan perahu tim rescue Basarnas Banda Aceh melakukan pencarian di permukaan air di sekitar lokasi kejadian hingga radius satu kilometer.

Kemudian, tim dua dengan melibat empat personil yang menggunakan perahu milik BPBD Kota Banda Aceh melakukan penyisiran sejauh satu km ke arah hilir dari lokasi kejadian.

Baca Juga:  Terkait Kasus Dugaan Ancaman Bunuh Wartawan, Ini Pernyataan Sikap PWI Aceh

Lalu, tim tiga berjumlah empat orang menggunakan perahu Pol Airud Polda Aceh melakukan penyisiran di sepanjang bibir sungai sejauh satu satu kilometer.

“Pencarian besok pagi, juga akan melibatkan tim yang sama. Namun personil teknis yang melakukan penyelaman akan timbah menjadi tujuh orang,” katanya.

Bahkan, katanya, dalam pencarian besok, akan menurunkan alat Aqua Eye. Alat yang dinilai cukup canggih ini akan mampu mendeteksi manusai atau mayat yang berada di radius jarak 50 meter dan ke dalam 30-40 meter.

“Insya Allah, kalau korban masih berada dalam air disekitar lokasi kemungkinan besar dapat ditemukan. Karena alat ini memiliki sinar deteksi yang cukup mumpuni,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Alul bersama tiga temannya, pagi tadi sekitar pukul 10.00 WIB,

dengan menggunakan sepeda pergi bermain ke dermaga kecil yang berada di pinggir DAS Krueng Aceh yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumahnya.

Sesaat sempai di dermaga kecil yang berada sekitar 30 meter dibawah jembatan Simpang Surabaya atau persis di depan Masjid Babuttaqa Asrama Polisi, Kuta Alam,

Baca Juga:  Buku Karya Sabaruddin Siahaan Diapresiasi Narasumber dan Peserta Bedah Buku

bocah Alul yang hanya menggunakan celana pendek, langsung meloncat dari dermaga ke dalam sungai. Sementara, baju dan sandalnya sudah diletak di sepedanya.

Ketika hendak meloncat, temannya sempat mencegah korban. Namun, ia tidak mengindahkan.

Setelah meloncat korban langsung tenggelam, dan baru beberapa saat muncul kepermukaan sungai sambil melambaikan tangan sebagai isyarat meminta tolong.

Melihat gelagat itu, temannya langsung berlarian ke rumah korban yang jaraknya sekitar 300 meter dari lokasi, guna memberitahu orang tuanya dan warga setempat.

Orang tua korban dan beberapa warga ketika itu tiba di lokasi, terlihat lagi bocah malang itu dipermukaan air sungai.

Kondisi ini diperparah dengan air sungai yang cukup keruh saat itu, dengan jarak pandang hanya sekitar 0,5 meter.

Hingga berita ini diturunkan, yakni pukul 23.00 WIB, bocah Alul belum juga ditemukan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.