Mantan Kadispora Simeulue dan Dua ASN Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi

Kasat Reskrim Polres Simeulue IPDA Zainur Fauzi, SH. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

“Tiga orang telah di tetapkan sebagai tersangka yakni JA selaku Pengguna Anggaran (Mantan Kadispora), F selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan NZ selaku Pelaksana yang ketiganya merupakan ASN di Dispora Simeulue,” kata Kasat Reskrim Polres Simeulue Ipda Zainur Fauzi.

Jurnalis : Ardiansyah

ANTARAN|SIMEULUE – Sebagai kado diakhir tahun di bidang penegakkan hukum tindak pidana khusus, penyidik tipidkor Reskrim Polres Kabupaten Simeulue menetapkan tiga tersangka Korupsi pada Dinas Pemuda dan olahraga (Dispora) Kabupaten Simeulue.

Hal itu dikatakan Kapolres Simeulue, AKBP Sujoko SIK MH, melalui Kasat Reskrim Ipda Zainur Fauzi SH pada saat Konferensi Pers, pada 29 Desember 2023 lalu di Aula Joglo Polres setempat.

Baca Juga:  Di Abdya, 28 Pelanggar Terjaring Selama Ops Zebra

Dalam keterangannya, Ipda Zainur Fauzi SH menyampaikan bahwa Penyidik Tipikor Sat Reskrim Polres Simeulue pada pertengahan tahun 2023 lalu telah melimpahkan berkas perkara dugaan Tindak Pidana korupsi Pengadaan Perlengkapan Pendukung Alat Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Simeulue yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Simeulue (APBK) Tahun Anggaran 2021 ke Kejaksaan Negeri Simeulue.

“Tiga orang telah di tetapkan sebagai tersangka yakni JA selaku Pengguna Anggaran (Mantan Kadispora), F selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan NZ selaku Pelaksana yang ketiganya merupakan ASN di Dispora Simeulue,” kata Kasat Reskrim Polres Simeulue Ipda Zainur Fauzi yang di konfirmasi kembali, pada Senin (31/12/2023) malam.

Baca Juga:  Kapolres Simeulue Cek Inventaris di Gudang Logistik Pemilu 2024

Ipda Zainur menjelaskan berkas perkara atas ketiga tersangka tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 Oleh Kejaksaan Negeri Simeulue dan akan segera diserahterimakan ke Kejaksaan Negeri Simeulue.

Lebih lanjut, kata Ipda Zainur, dari hasil pemeriksaan penyidik bahwa salah satu Aparatur Sipil Negara yang berdinas di Dinas Pemuda dan Olah Raga merupakan pelaksana dari kegiatan pengadaan Perlengkapan Pendukung Alat Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten setempat yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2021.

“Dimana perbuatan tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan proses pengadaan tersebut tidak dilaksanakan sesuai ketentuan sehingga mengakibatkan kerugian Negara, atas perbuatan para tersangka tersebut penyidik mengenakan pasal 2 dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi, yang ancamannya diatas lima tahun,” sebutnya.

Baca Juga:  Kapolres Simeulue Gelar Jumat Curhat di Desa Ganting, Sekaligus Sosialisasi Pemilu Damai 2024

Ipda Zainur menambahkan, akibat dari perbuatan dugaan korupsi anggaran Pengadaan Perlengkapan Pendukung Alat Olah Raga pada Dinas Pemuda dan Olah Raga APBK Simeulue Tahun Anggaran 2021 tersebut negara mengalami kerugian Rp 609.091.750 (enam ratus sembilan juta sembilan puluh satu ribu tujuh ratus lima puluh rupiah).

“Saat ini penyidik juga telah menetapkan tiga tersangka lainnya dalam perkara tersebut serta akan melimpahkan Berkas Perkara ke Kejaksaan negeri simeulue,” demikian kata Zainur.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.