Masyarakat di Nagan Raya Protes Terkait Pembuatan Kebun Plasma

Masyarakat di Nagan Raya Protes Terkait Pembuatan Kebun Plasma. ANTARAN/Didit Arjuna
Bagikan:

“Kami meminta alat excavator yang ada di lokasi keluar. Kami menginginkan alat di hentikan hari ini dan akan bertahan sebelum alat keluar,” ujar masyarakat serentak.

Jurnalis: Didit Arjuna

ANTARAN | NAGAN RAYA – Puluhan masyarakat Kemukiman Ujong Raja, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada Kamis (04/01/2024) protes terkait pembuatan kebun plasma yang rencananya akan di kerjakan pihak perusahaan PT Surya Panen Subur (SPS).

Masyarakat mendesak agar pekerjaan di hentikan, karena masyarakat merasa lahan tersebut merupakan lahan mereka. Karena itu, sejumlah masyarakat menekankan sebelum ada titik temu kesepakatan sebaiknya tidak ada pengerjaan di lokasi yang saling klaim.

“Kami meminta alat excavator yang ada di lokasi keluar. Kami menginginkan alat di hentikan hari ini dan akan bertahan sebelum alat keluar,” ujar masyarakat serentak.

Baca Juga:  Angka Kunjungan Rawat Jalan di RSUD-YA Tapaktuan Meningkat, Hari ini Nyaris Tembus 1.000 Pasien

Sementara itu, perwakilan pihak perusahaan PT Surya Panen Subur (SPS) melalui Humasnya Deri yang ada di lokasi mengaku pihaknya sudah memiliki surat izin melalui SK Bupati. Termasuk yang menunjuk lokasi juga Bupati.

“Sudah juga pernah dilakukan duduk bersama di Kecamatan sebelumnya dimana saat itu juga dilakukan pendataan nama penerima plasma,” sebutnya.

Ketika dikonfirmasi terkait status lahan, pihak humas mengaku lahan tersebut merupakan HGU Perusahaan. Namun, ketika ditanya apakah Plasma dapat dikerjakan di atas HGU, Humas mengatakan tidak memungkiri kalau lahan HGU disiapkan Pemda. Kemudian, karena lahan tidak ada, di masukkanlah lahan HGU SPS sendiri dan hal itu disetujui pihak SPS.

Baca Juga:  Kesbangpol Nagan Raya Gelar Rakor Desk dan Tim Pemantauan Pemilu 2024

Namun, ketika di konfirmasi terkait lahan HGU tersebut yang selama ini belum di kerjakan, Humas mengaku terkait kendala kebakaran dan lahan gambut

“Untuk lokasi plasma yang rencananya akan di bangun seluas 586 hektar. Diakuinya juga, lahan seluas 586 sudah dilakukan pengukuran oleh pihak BPN serta persetujuan Bupati Nagan Raya,” ucapnya

Sementara Kapolsek Darul Makmur Iptu Syibral yang dikonfirmasi di lapangan menyebutkan, sejak mulai memasuki Tahun baru 2024 terus berada dilokasi pekerjaan Lahan Plasma mengingatkan serta untuk memgamankan pekerjaan tersebut.

Baca Juga:  Dr Nurdin Tepati Janji, Pembangunan Jalan Lamdurian - Mareu Bebaskan Gampong Terisolir

“Dengan adanya aksi Klem lahan tersebut oleh masyarakat dengan pihak perusahaan, kami hanya sebatas menjaga keamanan untuk kepemilikan lahan tersebut tentu itu bukan kapasitas pihak kami sebut Kapolsek Darul Makmur,” terangnya

Ditempat terpisah Plt Kadis Perkebunan Nagan Raya Ardinata Ibrahim Sp Melului Kasie pengawan Kebun Akmizar Sp kepada wartawan Jumat 05 Januari 2024 mengatakan, kalau pelaksanaan Kebun Plasma untuk masyatakat boleh dilakukan di area HGU perusahan yang bersangkutan.

“Sepengatahuan kami segala Adeministrasi dan pengukuran telah dilakukan semasa Bupati H Jamin Idham untuk pelaksanaannya sekarang, menyangkut klem lahan tersebut oleh masyarakat setempat itu ranahnya Badan Pertanahan Nasional BPN tentang legalitas kepemilikannya,” ujar Akmaizar.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.