Masyarakat Pakpak di Ajang PKA VIII

Warga Pakpak Kota Subulussalam, lengkap berpakaian adat Pakpak yang meramaikan PKA VIII berfoto bersama dengan Wali Kota, H. Affan Alfian Bintang, SE dan istri di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (5/11/2023). (ANTARAN/Ist)
Bagikan:

“Dalam keseharian keberadaan etnis Pakpak juga harus ditunjukkan di tengah-tengah masyarakat, baik melalui bahasa, adat istiadat atau lainnya,” tegas Anes.

Jurnalis : Khairul

ANTARAN|SUBULUSSALAM – Sebagai salah satu etnis atau suku yang juga hidup dan berkembang di Provinsi Aceh, Masyarakat Pakpak Kota Subulussalam, Aceh (Pakpak Suak Boang) yang terhimpun dalam Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak) ikut meramaikan rangkaian Pembukaan dan Karnaval Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) VIII tahun 2023 di Banda Aceh.

Tergabung bersama kontingen Pemko Subulussalam, puluhan massa Himpak, khusus mengikuti karnaval dipimpin Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Himpak Aceh, Anes Kabeaken.

Baca Juga:  Kelompok Budidaya Ikan di Simeulue Terima Bantuan, Ini Pesan Pj Bupati Ahmadlyah

Sekembali dari Banda Aceh, Anes dikonfirmasi AntaranNews.com di Subulussalam, Sabtu (11/11/2023) mengatakan, semangat masyarakat Pakpak Kota Subulussalam turut menyemarakkan PKA sebagai salah satu langkah menunjukkan jika jati diri, suku atau etnis Pakpak yang keberadaannya sah diakui negara juga eksis, hidup dan berkembang di Provinsi Aceh.

Dikatakan, meski pendanaan untuk bisa tampil pada perhelatan PKA VIII ini sebatas mengandalkan donasi masyarakat Pakpak Subulussalam dan sumber lain yang tak mengikat, peran dan keikutsertaan ini diyakini bisa berkesinambungan pada tahun-tahun mendatang.

Kepada masyarakat Pakpak, terlebih yang tergabung di Ormas Himpak, Anes mengajak tetap berkontribusi, baik moril maupun materil sehingga ke depan etnis Pakpak bisa terus berperan aktif dalam berbagai even, baik tingkat lokal maupun nasional.

Baca Juga:  Pj Bupati Gayo Lues Perintahkan PUPR, Tahun Ini Juga Jalan Lesten Ditingkatkan

“Dalam keseharian keberadaan etnis Pakpak juga harus ditunjukkan di tengah-tengah masyarakat, baik melalui bahasa, adat istiadat atau lainnya,” tegas Anes, ajak semua masyarakat Pakpak yang berada di Aceh khususnya, bergabung dalam komunitas Pakpak, yakni Ormas Himpak.

Diketahui, pergelaran PKA diikuti semua kabupaten/kota se-Aceh dan sejumlah negara sahabat, seperti Jepang, India, Timur Leste, Malaysia dan Thailand ini dibuka Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki di Komplek Taman Sulthanah Syafiatuddin, Sabtu (4/11/2023) malam, pekan lalu.

Baca Juga:  Panwascam Diminta Maksimal Laksanakan Tugas

Menurut Pj. Marzuki, PKA perdana 1958 adalah sarana untuk menapaki sejarah, memupuk persatuan di tengah keberagamaan suku, adat istiadat.

Tidak sekedar merayakan kebudayaan, PKA pun mengabadikan jejak sejarah serta menghidupkan semangat persatuan Aceh, menyatu di Bumi Serambi Mekkah.

Pergelaran PKA VIII, 4 hingga 12 November 2023 dilaksanakan di sejumlah lokasi, seperti di Taman Sulthanah Shafiatuddin, Museum Aceh, Museum Tsunami, Taman Budaya, Blang Padang, Hermes Hotel, Amel Hotel, Krueng Lam Nyong, Kampung Pande dan Desa Baet.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.