Mencermati Pesta Politik di Negeri Breh Sigupai

Pilkada Serentak 2024 akan dilaksanakan November 2024. Pemungutan suara pemilihan gubernur, bupati/wali kota itu akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024. Ilustrasi/Dok SINDOnews
Bagikan:

Bagaimana hiruk-pikuk peta politik di bumi Breh Sigupai untuk Pilkada 2024, akan kami turunkan dalam empat tulisan mulai Jumat (14/06/2024) hari ini.

Penulis : Suprija Yusuf

NEGERI Breh Sigupai itulah julukan nama lain bagi Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang terletak di kawasan pantai Barat Selatan Aceh (Barsela). Daerah ini merupakan buah pemekaran yang lahir dari rahim induknya Kabupaten Aceh Selatan, pada 10 April 2002, dengan landasan hukum Undang-Undang (UU) Nomor: 4 Tahun 2002.

Kabupaten ini lahir ditengah Aceh dalam suasana dilanda konflik bersenjata antara TNI dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kondisi ini jelas, membuat para panitia yang terlibat dalam proses pemekaran daerah tersebut, terpaksa bergerak dengan cara gerilya alias harus melakukan gerakan bawah tanah secara sembunyi-sembunyi. Lantaran pihak GAM kala itu, menentang keras pembentukan kabupaten tersebut.

Alasannya, para panitia pemekaran dicurigai keras oleh GAM sebagai kelompok pro otonomi yang berpihak ke Pemerintah Pusat. Sementara, pihak GAM saat itu sedang berjuang untuk memerdekakan Aceh yang lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Itu cerita dulu, secuil kisah pahit yang harus dijalani para ‘pejuang’ pembentukan Kabupaten Abdya saat itu. Tapi, sekarang semua memori tentang sejarah kelam tersebut, sudah terkubur lewat proses waktu menyusul terwujudnya perdamaian antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan GAM melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, puncaknya lahir Undang-Udang Nomor : 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) bersifat Otonomi Khusus.

Dan sekarang semua sudah berbaur, tak ada lagi permusuhan, karena damai itu indah. Malah semua komponen masyarakat, baik itu mantan kombatan GAM, maupun TNI/Polri dan masyarakat yang ada di daerah itu, saling bergandengan tangan, dengan satu derap langkah membangun negeri untuk kemakmuran rakyatnya.

Ini terbukti, ketika pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) perdana yang diselenggarakan Desember tahun 2006 untuk Abdya, berjalan aman dan sukses. Bahkan, mantan kombatan GAM turut serta berpartisipasi dalam pesta demokrasi lokal kala itu.

Baca Juga:  Rutan Singkil Gelar Sidang TPP, Usulkan Remisi Tambahan Tamping Pemuka Bagi Narapidana

Kenyataannya mereka mengusung sendiri calonnya, Muhammad Anshar melalui jalur independen. Karena waktu itu, partai lokal belum lahir. Sementara, Partai Aceh yang merupakan saluran politik para kombatan baru terbentuk tanggal 07 Juli 2007.

Calon yang diusung mantan GAM dalam Pilkada perdana tersebut, memang gagal memenangkan pertarungan. Tetapi, mereka dengan jiwa kesatria menerima hasil Pilkada yang dimenangkan oleh pasangan calon Bupati/Wakil Bupati, Akmal Ibrahim/Syamsurizal yang diusung partai koalisi, PAN (Partai Amanah Nasional), dan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Akmal Ibrahim yang mantan wartawan itu, tercatat sebagai Bupati Abdya definitif pertama periode (2007-2012) dengan menggantikan pemerintahan transisi yang waktu itu dijabat oleh Penjabat (Pj) Bupati Azwar Umri putra Aceh Jaya.

Akmal sekaligus tercatat sebagai pemegang tongkat pemerintah definitif Abdya pertma. Ia pun berhasil membangun sektor pertanian yang kokoh terutama untuk perkebunan. Ini dibuktikan oleh putra Kuala Batee itu, sukses membuka belasan ribu hektar lahan perkebunan sawit rakyat di kawasan Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot.

Ia merubah hutan belantara dan rawa menjadi areal kebun sawit. Dan sekaligus membuka akses jalan puluhan kilometer yang lebarnya mencapai 30 meter dari Gampong Lama Tuha (Kuala Batee) – Gampong Ie Mirah (Babahrot) hingga ke pesisir pantai Teluk Surin, Lama Tuha (Kuala Batee).

Meskipun, Akmal berhasil membangun Abdya menjadi salah satu kabupaten penghasil sawit rakyat terbesar di Aceh. Tak lantas, ia sukses untuk meraih tampuk kepimpinan berkelanjutan, untuk kedua kalinya di Pilkada 2012.

Akmal yang kala itu, berpasangan Lukman alias Pak Lhok putra Manggeng harus mengakui keunggulan pasangan calon Bupati / Wakil Bupati, Jufri Hasanuddin / Yusrizal Razali yang diusung Partai Aceh. Jufri pun dilantik menjadi Bupati untuk periode (2012-2017) menggantikan Akmal Ibrahim-Syamsurizal.

Baca Juga:  Korban Pembunuhan di Aceh Selatan Warga Kluet Utara, Diduga Terkait Utang Piutang

Partai Aceh menjadi penguasa di Abdya saat itu. Karena selain sukses merebut pucuk pimpinan eksekutif (Bupati), mereka juga menguasai parlemen dengan meraih 10 kursi dalam Pemilu 2009. Sehingga, ketua di lembaga legislatif menjadi milik mereka.

Namun sayang, entah mengapa Jufri Hasanuddin dalam Pilkada 2017 tidak mencalonkan diri. Kemudian, di Pilkada itu, Partai Aceh mengusung pasangan Erwanto / Muzakkir. Erwanto yang putra Manggeng, saat bertarung kala itu menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Abdya yang dilantik sejak 8 Juni 2015, menggantikan Yusrizal (putra Blangpidie) yang meninggal dunia, karena tekanan darah tinggi.

Lalu, pesta demokrasi lokal periode ketiga diselenggarakan Kabupaten Abdya pada 2017, Partai Aceh tak mampu mengantarkan calonnya menjadi pemenang. Erwanto tumbang. Namun, Akmal Ibrahim yang maju untuk ketiga kalinya yang berpasangan dengan Muslizar MT (putra Tangan-Tangan) berhasil mengukir sejarah dengan menjadi pemenang. Akmal yang juga mantan advokat itu pun dilantik menjadi Bupati Abdya untuk kedua kalinya pada 14 Agustus 2017 untuk periode (2017-2022).

Sebagai catatan saja, Pilkada 2017 tersebut, Abdya merupakan kabupaten di Aceh yang paling banyak pasangan calon Bupati/Wakil Bupati ikut bertarung. Setidaknya terhitung ada 9 pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yaitu, pasangan Akmal Ibrahim – Muslizar MT, Muazam – Hermansyah, Hasbi Saleh – Tgk T Alamsyah Yusfa, dan Maidisal Diwa – Ruslan. Kemudian, pasangan Mukhlis MS – Syamsinar, Junaidi – Edwar Rahman, Muhammad Qudusi – Hamdani, Erwanto – Muzakir MD, dan H Zainal Arifin – Said Azhar.

Namun kalau saja, pasangan Said Syamsul Bahri – M Nafis tidak dianulir alias dicoret dari daftar calon pada deti-detik terakhir penetapan calon oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya. Maka dipastikan Pilkada Abdya 2017 akan diikuti genap sepuluh pasangan calon.

Baca Juga:  PT Socfindo Kebun Seunagan Berikan Paket Sembako Untuk Masyarakat Desa Alue Bata

Pasangan Said Syamsul Bahri (politisi/pengusaha) – M Nafis (biokrat yang mantan Sekda Abdya) yang dalam pendaftaran ke KIP diusung oleh PAN dan PKPI. Namun, belakangan karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak mengakui keabsahan kepengurusan PKPI dibawah Pjs Ketua Umum Haris Sudarno. Karena dalam database Kementerian Hukum dan HAM tercatat Ketua Umum FKPI adalah Isra Noor.

Akibat pencoretan Said Syamsul Bahari yang merupakan Ketua DPD PAN Abdya dari daftar calon Bupati kala itu, membuat suasana politik di negeri breh sigupai memanas selama sepekan. Berbagai aksi protes lewat jalur unjuk rasa muncul.

Namun, dengan kesiagaan aparat kepolisian setempat yang diback-up TNI, berhasil meredam dan mengendalikan situasi kala itu. Pilkada pun berjalan lancar dan sukses hingga pleno penetapan pasangan calon terpilih Akmal Ibrahim – Muslizar MT berjalan aman hingga pelantikan dilakukan.

Bagaiman dengan Pilkada 2024 yang sudah didepan mata, sampai sejauh ini baru tiga putra terbaik daerah tersebut, yang secara terbuka sudah menyatakan diri maju dalam pertarungan perebutan kursi panas di bumi Teungku Peukan –julukan lain lagi untuk Abdya.

Ketiga bakal calon (Balon) Bupati Abdya tersebut, yaitu H Jufri Hasanuddin yang saat ini tercatat sebagai politisi Partai Aceh dengan posisi Wakil Ketua Umum, dan Safaruddin yang kini menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRA dan sekaligus calon anggota legislatif (caleg) DPRA terpilih periode 2024-2029, dalam Pemilu Pebruari 2024 lalu.

Ketiga, Salman Alfarisi dari birokrasi tulen, dan kini masih menduduki jabatan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Abdya. Bagaimana hiruk-pikuk peta politik di bumi Breh Sigupai untuk Pilkada 2024, akan kami turunkan dalam empat tulisan mulai Jumat (14/06/2024) hari ini.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.