Mengatasi Kendala Persediaan Darah, PMI Aceh Selatan Butuh UDD

Rapat pengurus PMI Aceh Selatan serius mengatasi kendala persediaan darah, Jumat (27/01/2023). ANTARAN / DIRMAN
Bagikan:

“Tadinya kami menggelar rapat untuk menindaklanjuti kebutuhan transfusi darah yang terus meningkat akhir-akhir ini. Kendala yang dihadapi, di pantai barat-selatan belum ada UDD representatif untuk menyimpan dan menampung pendonor secara rutin,” kata Ketua PMI Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP kepada wartawan, Jumat (27/01/2023).

Jurnalis : Dirman

ANTARANNEWS.COM|TAPAKTUAN – Untuk mengatasi kendala persediaan darah di wilayah pesisir pantai barat-selatan Aceh, Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Selatan butuh pembangunan gedung Unit Donor Darah (UDD) representatif.

Informasi diperoleh antarannews.com, meminalisir kesulitan darah di Aceh Selatan dan kabupaten tetangga, PMI Aceh Selatan, Jumat (27/01/2023) menggelar rapat untuk membahas skala perioritaskan, terutama pembinaan dan sosialisasi kesediaan pendonor serta kebutuhan gedung UDD.

Baca Juga:  Agam Abdya Raih Juara III Ajang Duta Wisata Aceh

“Tadinya kami menggelar rapat untuk menindaklanjuti kebutuhan transfusi darah yang terus meningkat akhir-akhir ini. Kendala yang dihadapi, di pantai barat-selatan belum ada UDD representatif untuk menyimpan dan menampung pendonor secara rutin,” kata Ketua PMI Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP kepada wartawan, Jumat (27/01/2023).

Harapan kami, kata Cut Syazalisma, pada tahun 2024 sudah bisa terakomodir keinginan masyarakat luas sekaligus impian PMI Aceh Selatan. Terlebih RSUD-YA Tapaktuan salah satu rumah sakit regional yang dikunjungi masyarakat dari beberapa kabupaten/kota.

“Sesungguhnya, keberadaan PMI benar-benar sebagaimana diharapkan masyarakat untuk membantu meringankan beban rakyat terhadap kebutuhan darah. Mau tidak mau, solusinya mendirikan gedung UDD. Persoalan ini hendaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah Aceh dan pusat,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhajir Hasballah Dikabarkan Mundur dari KIP Nagan Raya

Belajar dari pengalaman dan kebiasaan sebelumnya, sambung Ketua PMI Aceh Selatan, bulan puasa kebutuhan darah sangat meningkat. Atas saran dan pendapat anggota, PMI harus cepat berbenah dan turun gunung melaksanakan sosialisasi agar kesadaran masyarakat untuk donor darah tumbuh dan lebih bersemangat.

“Target kami melakukan pembinaan kepada pendonor pemula dan suka rela. Merawat dan menjalin kerjasama pada lumbung-lumbung pendonor. Menggandeng relawan-relawan donor darah serta mendata para pendonor secara apik dan rinci dengan menciptakan aplikasi tersendiri,” ungkapnya.

Baca Juga:  Wartawan di Simeulue Resmi Laporkan Oknum Mantan Keuchik ke Polisi

Ia mengatakan, kendala-kendala selama ini harus meminalisir secara arif dan bijaksana serta penuh familiar. PMI harus menindaklanjuti dengan baik dan menata langkah sebagai wujud ibadah.

Menghadapi persoalan ini dan memudahkan pengaduan masyarakat, markas besar PMI Aceh Sekatan akan mengaktifkan piket jaga di bawah koordinir kepala markas.

“Sebagai pegiat lembaga sosial kemasyarakatan, PMI dituntut mengemban amanah dan bekerjasama dengan semua pihak dalam meringankan beban masyarakat. Keseriusan harus ditempa dengan penuh hati tanpa pamrih apapun,” pungkas Cut Syazalisma yang juga Sekda Pemkab Aceh Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.