Menyongsong Pesta Demokrasi, Siklus Politik Aceh Selatan Mulai Berdenyut

Ilustrasi pemilu (okezone)
Bagikan:

“Untuk upaya penggalangan, menarik simpatisan dan mancari dukungan pemilih beraneka strategis dan taktik dikerahkan. Ada lebih cepat berlari dengan niat mampu mencapai finish, ada berdiam diri tetapi ia bergerak penuh kehati-hatian,” ungkap T. Sukandi.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|TAPAKTUAN – Gelombang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2024 masih jauh terbentang, namun sejumlah figur calon kandidat mulai menabuhkan proses dan siklus politik dengan menggelar pertemuan serta memasang baleho sebagai bentuk pengenalan untuk meraup simpatisan konstituen.

Pernak pernik alam demokrasi menciptakan rasa kebahagiaan dan merajut silaturrahmi sesama umat jika dijalani secara damai. Dinamika politik membawa keindahan walaupun belum dapat dipastikan sukses dan menang dalam perhelatan Pilkada. Indikator ini tercermin dari pengalaman terdahulu.

Informasi dihimpun antaran, pengusaha asal Labuhanhaji Timur yang mengenyam bisnis di Jakarta, H Mirwan MS, SE, M.Sos menggelar Halal bi halal di Gampong Peulumat, Minggu (30/04/2023). Pertemuan bertajuk penggalangan basis dan memperkuat dukungan tersebut di perkirakan hadiri ribuan masa dari berbagai elemen, lelaki dan wanita.

“Atas dorongan masyarakat dan tim pemenangan pada Pilkada tahun 2019-2024 yang lalu, maka pada konstestan Pilkada tahun 2024 mendatang saya kembali mencalonkan diri sebagai Balon Bupati Aceh Selatan. Dengan niat yang baik dan penuh keikhlasan, mari sama-sama berjuang kembali untuk meraih kemenangan,” ujar H Mirwan dihadapan masa.

Baca Juga:  Pengungsi Sambut Ketua TP PKK Aceh Selatan Penuh Haru dan Air Mata

Ia menyebutkan, diiringi tekad yang bulat, atas kepercayaan dan dukungan semua relawan serta masyarakat Aceh Selatan, H Mirwan mengaku telah mempersiapkan visi-misinya dalam rangka membawa Aceh Selatan kearah yang lebih baik.

Gembar gembor dan isu berkembang, putra gampong Lhok Paoh, Kecamatan Sawang yang nota benenya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Hendriyono, S.Sos juga telah menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat dan kerabatnya di kawasan Air Dingin, Batee Tunggai baru-baru ini.

Menurut sumber, Hendriyono digadang-gadangkan maju sebagai bakal calon Bupati Aceh Selatan untuk meraih BL 1 T di negeri berjuluk produsen pala. Nuansa ini sebagai pertanda di Aceh Selatan mulai muncul kader-kader terbaik untuk nimbrung di khazanah politik.

Nama lain, H Edi Saputra dari belahan Labuhanhaji yang juga seorang pengusaha di Jakarta sejak jauh hari mulai mempersiap diri untuk mengikuti panggung Pilkada Aceh Selatan. Selain melakukan proses pengenalan, bakal calon bupati ini juga aktif memasang baleho di berbagai sudut dan disejumlah event.

Sementara itu, Bupati Aceh Selatan Tgk Amran yang akan berakhir masa jabatannya sekira empat bulan lagi saat diwawancarai antaran pekan lalu seputar maju atau tidak sebagai balon bupati periode kedua, secara santun disebutkan kita lihat dulu dan kita selesaikan tugas yang masih tersisa.

Baca Juga:  Tim Ranger FKL Bukan Sosok Sembarangan, Dibekali Kemampuan

“Momentum mencalonkan diri sebagai kandidat bupati butuh pemikiran dan perhitungan maksimal. Kendatipun desakan dari masyarakat untuk maju kembali kian bermunculan dan meminta saya maju. Sampai hari ini saya belum menyatakan sikap. Kendatipun demikian, kita lihat nanti mana yang terbaik seraya bermunajad kehadirat Allah SWT,” ujar Tgk Amran singkat.

Ia menambahkan, proses Pilkada masih lama dan berkesempatan untuk tafakur sehingga tidak terkesan premature. Siapa tau ada figur yang lebih andal, apa salahnya kita arahkan ke sana. Jika tidak, kita tunggu saja tanggal mainnya.

Pengamat dan pemerhati politik Aceh Selatan, T Sukandi mengatakan, sebagai warga negara yang baik siapapun tidak dilarang untuk maju sebagai kandidat bupati. Terlepas bagaimana cara dan taktik yang diperagakan, inilah dinamika penuh keindahan dan kebahagiaan.

Perkiraan saya, kata T Sukandi, selain beberapa sosok yang sudah terlihat muncul dalam proses dan siklus politik, tidak tertutup kemungkinan akan lahir figur lain mengisi bursa pencalonan. Bisa jadi sosok tertentu yang tidak lagi melakukan “cek ombak” dengan masyarakat karena tingkat elektabilitasnya dinilai sudah teruji.

Baca Juga:  Kendalikan Inflasi Daerah, Pemkab Aceh Jaya Jalin Kerjasama Dengan Pemkab Aceh Barat

“Untuk upaya penggalangan, menarik simpatisan dan mencari dukungan pemilih beraneka strategis dan taktik dikerahkan. Ada lebih cepat berlari dengan niat mampu mencapai finish, ada berdiam diri tetapi ia bergerak penuh kehati-hatian. Semua itu adalah hak politik masing-masing kandidat,” ungkap T Sukandi di sebuah rumah makan di Tapaktuan, Selasa (2/05/2023).

Diakui T Sukandi, geliat politik di Aceh Selatan memang mulai berdenyut seiring gerbang Pemilu kian mendekat. Peran dan temperatur perpolitikan Aceh Selatan masih sebatas memperlihatkan kepada publik ia akan maju sebagai bakal calon. Titik kulminasinya akan terlihat jelas dan nyata setelah Pemilihan anggota legislatif.

Menurut mantan anggota DPRK dari partai PDI itu, data yang dihimpun dari Komisi Pemilihan Independen (KIP) Aceh Selatan, per Februari 2023 pemilih Aceh Selatan berjumlah 171.558 jiwa, menyediakan 702 Tempat Pemungutan Suara (TPS) ditambah TPS khusus.

“Jumlah pemilih ini belum diyakini seluruhnya berpartisipasi untuk memberi suara saat berlangsungnya pesta demokrasi. Ada dua kategori yang dihadapkan ketika pencoblosan, pertama strong voter (pemilih loyal) yang benar-benar menggunakan hak pilihnya. Kedua swing voter (kurang loyal atau mengambang). Kategori ini bisa saja disimpul faktor human error,” pungkas T Sukandi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.