Minta Pemerintah Cabut Izin Tambang PT BMU, Warga Kluet Tengah Gelar Aksi 

Aksi Satuan Pemuda Kluet Tengah (SAPA Kluet) di halaman kantot Camat setempat. ANTARAN / Sahidal Andriadi
Bagikan:

“Perusahaan PT BMU juga sudah menghina kami sebagai masyarakat Kluet Tengah dan meremehkan tuntutan masyarakat karena sampai dengan hari ini tanpa menunggu putusan resmi dari pemerintah,” sebut Sutrisno.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Warga di Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan yang tergabung dalam Satuan Pemuda Kluet Tengah (SAPA Kluet) menggelar aksi damai di depan kantor Camat setempat, Kamis (17/08/2023).

Dalam aksi tersebut mereka menuntut penutupan aktivitas perusahaan tambang PT Beri Mineral Utama (BMU) yang berada di Gampong Simpang Tiga, Kecamatan Kluet Tengah, Kabupaten setempat.

Sutrisno, Koordinator aksi tersebut menyampaikan, aksi yang mereka lakukan sehubungan dengan aspirasi masyarakat Kluet Tengah terkait dampak yang ditimbulkan oleh tambang PT BMU, sehingga membuat masyarakat merasa terancam.

Baca Juga:  Diduga Mesum, Oknum ASN Disdikbud Abdya Ditangkap Warga

Dia juga menyebutkan, gejolak itu kembali meresahkan setelah oknum pimpinan Kecamatan Kluet Tengah memberi dukungan sepihak melalui surat dukungan tertanggal 1 Agustus 2023 kepada pihak perusahaan tambang PT BMU tanpa menghargai surat putusan bersama sebelumnya yang tertanggal 25 Juli 2023.

“Perusahaan PT BMU juga sudah menghina kami sebagai masyarakat Kluet Tengah dan meremehkan tuntutan masyarakat karena sampai dengan hari ini tanpa menunggu putusan resmi dari pemerintah,” sebut Sutrisno.

Pada kesempatan itu, ia juga mengaku kecewa, sebab DPRK Kabupaten Aceh Selatan dengan kondisi sudah separah ini, sampai-sampai tim dari provinsi turun tidak satupun mereka berbicara membela masyarakat.

Baca Juga:  Sekda Salman Alfarisi Kukuhkan 68 Pasukan Paskibraka

“Mereka hanya perlu dengan masyarakat ketika pemilu tiba dengan janji-janji manisnya sungguh busuk kelakuan itu. Patut kita duga mereka sudah diamankan oleh pihak cukong-cukong itu,” katanya.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengharapkan kepada Bupati Kabupaten Aceh Selatan jangan memperkuat posisi mafia-mafia dengan dalih Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Aceh Selatan.

“Kepada bapak Bupati, kami juga berharap diakhir masa jabatannya untuk meninggalkan kenangan baik terhadap masyarakat Kluet Tengah, jangan malah memperkuat posisi mafia-mafia itu dengan dalih pendapatan daerah tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan kerugian terhadap masyarakat,” ujarnya.

Dikatakannya, pihaknya sudah melakukan upaya diplomasi dengan cara santun dan damai dengan memberikan petisi langsung kepada tim terpada provinsi Aceh. Dan mahasiswa juga sudah melakukan kampanye media melalui Twibbon dan petisi online.

Baca Juga:  Akibat Erosi, Badan Jalan di Gampong Keude Padang Amblas ke Sungai

“Seharusnya niat baik kami ini patut dihargai oleh pemerintah sebelum aksi-aksi yang lebih besar terjadi, kami khawatir bila pemerintah tidak menutup dan mencabut izin PT BMU tersebut aksi yang lebih besar dari masyarakat akan terjadi dan bila itu terjadi sudah pasti tidak akan terkendali. Kepada pemerintah Daerah, pemerintah pusat untuk menutup dan mencabut izin PT BMU,” pungkasnya.

Pantauan antaran di lokasi, aksi yang di lakukan warga Kluet Tengah di halaman kantor Camat setempat, belansung aman dan damai dengan dikawal personil dari Kapolsek dan Danramil Kluet Tengah.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.