Modus Pesta Ulang Tahun, Kegiatan Komunitas Yang Diduga LGBT Dibubarkan

foto Okezone News
Bagikan:

“Informasi yang saya terima ini saya koordinasikan pada Camat Tapaktuan dan Keuchik Panjupian. Dengan sigap dan tanggap serta cepat, Camat merespon info yang saya sampaikan itu dan mengkoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait,” kata Sukandi.

Jurnalis : Sahidal Andriadi

ANTARAN|TAPAKTUAN – Diduga dari Komunitas Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), sekelompok muda – mudi dari 4 kabupaten yang hendak menggelar kegiatan pesta ulang tahun di lokasi pemandian Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan dibubarkan.

Pembubaran kegiatan mereka (Yang Diduga Komunitas LGBT) oleh Keuchik bersama perangkat Gampong Panjupian dan Forkopimcam Tapaktuan ini melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satol PP dan WH) Kabupaten Aceh Selatan. Menurut informasi, mereka tidak mengantongi izin dari Keuchik Gampong setempat dan izin keramaian dari kepolisian.

Baca Juga:  Pengurus Santunan Anak Yatim Tarok Raya Santuni 70 Yatim dan Piatu 

Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T Sukandi mengatakan, dirinya mendapatkan informasi, Sabtu (06/05/2023) ini ada perkumpulan yang diduga dari Komunitas LGBT dari 4 kabupaten akan melaksanakan pesta ulang tahun di lokasi Permandian Panjupian, Kecamatan Tapaktuan dengan mengudang lebih dari 100 pesertanya.

“Informasi yang saya terima ini saya koordinasikan dengan Camat Tapaktuan dan Keuchik Panjupian. Dengan sigap dan tanggap serta cepat, Camat merespon info yang saya sampaikan itu dan mengkoordinasikannya dengan pihak-pihak terkait,” kata Sukandi.

Baca Juga:  Usai Ditinjau Pj Bupati, Jembatan Alur Lenggom Rerebe – Perlak Mulai Diperbaiki

Selanjutnya, kata Sukandi, unsur Forkopimcam, Satpol PP/WH, beserta Keuchik Panjupian dan perangkat Gampong menggelar rapat di kantor Keuchik Panjupian. Hasil rapat tersebut diputuskan, acara komunitas yang diduga LGBT dengan modus ulang tahun itu bertentangan dengan norma-norma Agama dan Syariat Islam yang berlaku di Aceh.

“Maka kegiatan acara perkumpulan yang diduga dari komunitas LGBT tersebut telah berhasil digagalkan oleh pihak-pihak terkait atas nama masyarakat dan Pemerintah Aceh Selatan,” sebut Sukandi.

Baca Juga:  Longsor, Akses Jalan Nasional Asel-Abdya Terancam Lumpuh

Lanjut Sukandi, namun demikian, sebagai antisipatif yang sifatnya prefentif, dirinya mengharapkan peran segenap lapisan masyarakat turut serta memantau dan memonitor kegiatan para pengikut kaum LGBT ini secara bersama-sama.

“Dikarenakan boleh jadi di Panjupian, Kecamatan Tapaktuan mereka gagal melakukan pesta LGBT-nya tetapi di tempat dan lokasi yang lain di Kabupaten di Provinsi Aceh mereka diam-diam akan melakukan pestanya,” demikian katanya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.