Mualaf di Kota Subulussalam Mengikuti Pembinaan

Foto bersama sejumlah peserta Pembinaan Mualaf dan narasumber. ANTARAN/foto ist
Bagikan:

“Intinya, memotivasi para mualaf agar lebih tekun menjalankan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari,” terang Asril didampingi Sekretaris YMC, Rizal.

Jurnalis: Khairul

ANTARAN | SUBULUSSALAM – Mualaf se-Kota Subulussalam mengikuti kegiatan pembinaan. Kegiatan itu mengangkat tema ‘Menjadi Muslim yang Kaffah dan Istiqamah,’ yang dilaksanakan di Aula LPSE Setko Subulussalam, pada Kamis (18/01/2024) sukses.

Acara itu dibuka staf ahli Setdako, Saiban Gafar, yang diikuti 90 peserta. Kepada peserta, Saiban minta serius mengikuti semua materi yang disampaikan narasumber sehingga pemahaman terhadap Syariat Islam semakin meningkat, termasuk bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:  Sore Hari, Masjid Al-Amilin Pante Raya Ramai Pengunjung

Sementara, Ketua Yayasan Mualaf Center (YMC) setempat, Asril Tinambunan dikonfirmasi mengatakan, 90 mualaf itu merupakan binaan YMC Kota Subulussalam yang berdiri 2017.

Dikatakan, selain aqidah dan tuntunan shalat, sejumlah materi untuk penguatan serta pengetahuan ilmu para mualaf disampaikan dua pemateri, yakni Ustaz Sabaruddin Siahaan, M.Sos.I dan Armansyah Batubara, S.PdI.

“Intinya, memotivasi para mualaf agar lebih tekun menjalankan Syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari,” terang Asril didampingi Sekretaris YMC, Rizal.

Dikatakan, soal keberadaan penghuni rumah Perkampungan YMC berpusat di Kampong Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.

Baca Juga:  Ditengarai Persoalan Internal, Wali Kota Bahas Yayasan Assilmi

Lebih lanjut, sebut Asril telah ada sekira 20 unit rumah, namun secara umum belum layak huni terhadap mualaf binaan YMC yang mencapai 90 KK tersebar di sejumlah kampong, secara rutin setiap pekan diberi pembinaan di Perkampungan YMC itu.

Pihaknya juga terus melakukan pensyahadatan terhadap sejumlah warga yang dengan kerelaan sendiri masuk Islam (mualaf).

Bahkan belum lama ini, kata dia, terhadap seorang mualaf usia Sekolah Dasar asal Desa Lae Sre, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat telah dilakukan pengkhitanan, menyusul sebelumnya seorang warga disyahadatkan.

Baca Juga:  Kwarcab Aceh Selatan Hadiri Jambore Nasional XI

Lebih lanjut, sambungnya, terkait sumber penghidupan sehari-hari mualaf binaan, selain bertani, buruh dan lainnya, YMC membuka Posko Penggalangan Dana Untuk Pembinaam Mualaf di lintas jalan nasional, persis di Kampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, perbatasan Aceh – Sumut sekira tiga bulan terakhir.

“Namun karena jarak antartitik Posko dengan Perkampungan YMC agak jauh sehingga terkandala bagi petugas, sejumlah mualaf binaan secara bergilir, pihaknya berencana memindahkan ke Kampong Jontor, Kecamatan Penanggalan, berjarak sekira 16 km dari Lae Ikan. Izin untuk pindah sudah disetujui semua pihak terkait,” pungkas Asril.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.