Muprov VII Kadin Aceh, Tiga Bakal Calon Ambil Formulir

Ketua panitia pelaksana Muprov VII Kadin Aceh, Muhammad Mada.
Bagikan:

“Soal program kerja dinilai tidak kalah penting dibandingkan dengan agenda pemilihan ketua. Karena kunci kesuksesan organisasi periode lima tahun kedepan adalah pada penyusunan program kerja. Kalau ada ketua, tapi ngak ada program kerja tentu akan membuat arah organisasi pengusaha ini tidak menentu,” ujar Ketua panitia pelaksana Muprov VII Kadin Aceh, Muhammad Mada.

ANTARANNEWS.COM, BANDA ACEH – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh akan menyelenggarakan Musyawarah Provinsi (Muprov) ke-VII yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 17 Juni 2022 di Banda Aceh.

Hingga sejauh ini sudah ada tiga nama yang baka maju sebagai kandidat pimpinan organisasi pengusaha tersebut. Yaitu, Muhammad Iqbal alias Iqbal Piyeung, Ismail Rasjid dan Rizky Sahputra.

Ketua panitia pelaksana Muprov VII Kadin Aceh, Muhammad Mada yang konfirmasi Antarannews.com, Jumat (20/5) kemarin, mengatakan, Muprov VII akan berlangsung sekitar pertengah bulan depan, diharapkan berlangsung sukses dan tepat waktu.

Baca Juga:  Tinjau Food Estate Korem 012, Kasdam IM Apresiasi Pengembangan Potensi Pertanian dan Perikanan

“Kita panitia pelaksana dan panitia pengarah saat ini terus melakukan berbaga persiapan untuk menyukseskan Muprov ke tujuh Kadin Aceh. Disamping panitia, juga para pengusaha sebagai anggota Kadin harus secara bersama-sama turun membantu kesuksesan perhelatan akbar lima tahunan ini,” harap Muhammad Mada.

Karena Muprov kali ini, selain memilih ketua umum yang akan memimpin Kadin Aceh untuk lima tahun kedepan, juga memiliki agenda yang sangat penting dan strategis, yaitu, menyusun program kerja lima tahun kedepan.

“Soal program kerja dinilai tidak kalah penting dibandingkan dengan agenda pemilihan ketua. Karena kunci kesuksesan organisasi periode lima tahun kedepan adalah pada penyusunan program kerja. Kalau ada ketua, tapi ngak ada program kerja tentu akan membuat arah organisasi pengusaha ini tidak menentu,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait kandidat ketua yang akan maju dalam Muprov nanti, Muhammad Mada mengungkapkan, sejauh ini yang sudah menyatakan diri secara terbuka akan maju sebagai calon ketua umum ada tiga orang. “Ketika orang itu sudah mengambil formulir pendaftaran beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Baca Juga:  Muprov VII Kadin Aceh, Iqbal Piyeung Kembalikan Formulir

Ketiga bakal calon ketua umum Kadin Aceh itu adalah, Muhammad Iqbal alias Iqbal Piyeung. Ia sendiri saat ini tercatat sebagai penjabat sementara (Pjs) Ketua Umum Kadin Aceh yang mengantikan Ketua umum lama, Makmur yang meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 3 Maret 2021 lalu.

Kemudian, Ismail Rasjid yang dikenal sebagai pengusaha dan merupakan pendiri serta sekaligus CEO Trans Continent yang bernaung di bawah bendera Royal Group. Sedangkan, satu bakal calon lainnya adalah, Rizky Syahputra yang merupakan pengusaha muda dan mantan Ketua Hipmi Aceh.

“Ketiganya masih dinyatakan sebagai bakal calon. Karena untuk menjadi calon akan ditetapkan oleh panitia nantinya, setelah melalui proses verifikasi. Kalau dalam verfikasi dinyatakan lulus, maka yang bersangkutan baru akan ditetapkan sebagai calon. Dan berhak maju dalam arena pemilihan,” jelasnya.

Baca Juga:  Manfaatkan Hasil Pertanian, Ibu-Ibu di Kluet Tengah Ini Sulap Pisang Jadi Tepung

Menyangkut dari tiga bakal calon yang sudah mengambil formulir pendaftaran, ungkap Muhammad Mada, sampai sejuah ini baru Ismail Rasjid yang sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Sedangkan, dua bakal calon lainnya belum mengembalikan formulir hari ini (Jumat,20/5-red) yaitu, Muhammad Iqbal dan Rizky Syahputra.

Batas waktu pengembalian formulir sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia akan berakhir, Rabu (24/5) pecan depan. “Bila sampai batas waktu itu belum dikembalikan formulir pendaftaran oleh dua bakal calon itu, maka hanya satu calon yang akan kita verifikasi untuk ditetapkan sebagai calon,” tegas Muhammad Mada.

Terkait dana kontribusi sebesar Rp 500 juta percalon, jelas Muhamamad Mada, baru akan diserahkan kepada panitia setelah bakal calon dilulus verifikasi. “Kita akan memberi batas waktu tiga hari setelah yang bersangkutan ditetapkan sebagai calon untuk menyerahkan dana kontribusi Rp 500 juta per orang,” pungkasnya.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.