Naga dan Tapak Raksasa di Anjungan Aceh Selatan Menyeret Pengunjung PKA-8

Sejumlah pengunjung di Anjungan PKA-8 Kabupaten Aceh Selatan menyempatkan diri berfoto di lokasi patung Naga dan Tapaj raksasa. ANTARAN/Sudirman Hamid.
Bagikan:

“Sering kami dengar misteri legendaris Tuan Tapa dengan Naga, namun belum terwujud berkunjung ke Aceh Selatan. Ternyata replikanya ada di Anjungan PKA,” sebut Fery Hidayat.

Jurnalis : Sudirman Hamid

ANTARAN|BANDA ACEH – Tersohor, unik dan viralnya Anjungan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA)-8 milik Kabupaten Aceh Selatan karena beberapa aspek hingga menyeret perhatian pengunjung dari berbagai daerah dan manca negara.

Pantauan antaran, selain dibungkus megahnya peradaban adat budaya, rempah-rempah, peralatan tradisional kuno dan lain-lain, juga terdapat kodok raksasa, replika naga dan tapak raksasa sebagai simbol kabupaten legendaris terkemuka.

Baca Juga:  Diterjang Angin Kencang, 34 Bangunan Rusak di Bener Meriah

Tidak heran jika pada replika patung Naga dan Tapak raksasa banyak pengunjung berfose sebagai kenang-kenangan sembari menunggu antrian masuk.

Fery Hidayat, pengunjung Anjungan Aceh Selatan menyebutkan, sering mendengar historis tentang pergelutan seorang petapa menaklukan seekor Naga raksasa. Namun itu hanya cerita yang berselancar dari mulut ke mulut dengan bukti sejarah masih ada.

“Sering kami dengar misteri legendaris Tuan Tapa dengan Naga, namun belum terwujud berkunjung ke Aceh Selatan. Ternyata replikanya ada di Anjungan PKA,” sebut Fery Hidayat kepada antaran, Sabtu (11/11/2023) malam.

Baca Juga:  Layani Disabilitas, Disdukcapil Aceh Selatan Hadir Program Jemput Bola

Menurut dia, momen perhelatan PKA-8 ini, dirinya bersama keluarga berhasil melihat reflika legindaris tersebut seraya berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.

“Bukan hanya kami, pengunjung lain juga melalukan hal serupa di patung Naga dan Tapak raksasa. Kami lihat banyak orang berfoto di dua benda itu,” ujarnya mengaku dari Ganda Pura, Bireun.

Salah seorang penduduk asli Tapaktuan, Aceh Selatan, Salahuddin yang dikonfirmasi membenarkan, kota Tapaktuan terkenal dengan legendaris naga dan tuan tapa.

Baca Juga:  Pj Gubernur Harap Masyarakat Aceh di Sumut Ikut Dukung Pelaksanaan PONĀ 

“Sebagai pembuktian sejarah, masih ada peninggalan berupa sebuah tapak raksasa diduga milik Tuan Tapa sakti di pinggir laut Gunong Lampu, Pasar Baru, Tapaktuan,” ungkap Salahuddin.

Bukan hanya itu, tongkat dan kopiah milik Tuan Tapa juga ada di pesisir Tapaktuan serta ceceran darah naga di Batee Mirah.

“Dongeng lainnya, ada palau terbelah-belah akibat Naga lari dan meronta-ronta paska dibantai pria berilmu sakti tersebut. Bisa saja, kedua dufiklat itu membuat perhatian pengunjung membeludak di Anjungan Aceh Selatan,” ulasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.