Nelayan Ujong Seuden Kesulitan Peroleh BBM

Pj Bupati Aceh Jaya, Dr Nurdin sedang berdialog dengan nelayan Ujong Seuden, Indra Jaya. Saat ia mengunjungi gampong setempat, Jumat (29/07/2022). ANTARAN / SUPRIJAL YUSUF
Bagikan:

“Tolong Pak Bupati bantu kami. Supaya kami bisa kembali membeli BBM di SPBU Lamno yang jaraknya cuma 5 kilometer saja,” katanya.

Jurnalis: Suprijal Yusuf

ANTARANNEWS.COM|CALANG – Para nelayan Gampong Ujong Seuden, Kecamatan Indra Jaya, Aceh Jaya, mengeluh soal kesulitan memperoleh bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite untuk boat (kapal) penangkapan ikan milik mereka.

Karena mereka terpaksa harus membeli BBM tersebut ke SPBU Calang yang karak tempuhnya menncapai sekitar 80 kilometer, sementara di SPBU Lamno, Indra Jaya, tidak melayani lagi pembelian selama beberapa bulan terakhir.

Baca Juga:  Wisatawan Sumut Kagumi Pesona Pulau Banyak, Yang Merindukan Pengunjungnya

Hal itu terungkap ketika Pj Bupati Dr Nurdin melakukan kunjungan kerja Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Ujong Seudeun, Jumat (29/07/2022) sore. “Kami saat ini mengalami kesulitan memperoleh BBM.

Kalau pun ada, kami terpaksa harus membelinya sangat jauh ke Calang dengan jarak tempuh sampai 80 kilometer yang memakan waktu sampai 1,5 jam,” ungkap Wahidin nelayan setempat.

Sebab, lanjutnya, dalam beberapa bulan belakangan ini SPBU Lamno sudah tidak memberikan lagi para nelayan membeli BBM jenis pertelite dengan menggunakan jerigen.

Baca Juga:  Optimalkan Harkamtibmas, Polres Abdya Bentuk Polisi RW

“Tolong Pak Bupati bantu kami. Supaya kami bisa kembali membeli BBM di SPBU Lamno yang jaraknya cuma 5 kilometer saja,” katanya.

Mendapat keluhan itu, Pj Bupati langsung memerintahkan stafnya untuk segera mencari solusi masalah tersebut dalam waktu cepat.

“Saya minta ini harus ditangani cepat, tidak boleh hal seperti ini terjadi begitu lama, karena sangat merugikan masyarakat nelayan,” katanya.

Sementara itu, nelayan setempat juga meminta Pj Bupati untuk membangun break water sebagai pemecah ombak sekaligus penahan sendimen masuk dalam muara sungai yang menjadi jalur keluar masuk sampan dan boat menuju TPI.

Baca Juga:  Konferensi di Banda Aceh, Sa’dul Bahri Terpilih Jadi Ketua PWI Aceh Barat

Karena bila ombak besar dan sendimen menutup mulut kuala, para nelayan tidak bisa melaut.

“Masalah ini tolong segera dihitung berapa anggaran yang dibutuhkan. Kemudian, akan kita cari sumber dana pembiayaannya, karena kalau mengandalkan APBK kemungkinan tidak akan mampu ditangani,” tandas Bupati.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.