Nelayan Yang Hilang Belum Ditemukan,Tim Gabungan Terus Lakukan Upaya Pencarian

Ketua Satgs SAR Aceh Selatan, May Fendri SE bersama tim rescue Tapaktuan sedang berada di lokasi, Sabtu (23/04/2022). IST
Bagikan:

ANTARANNEWS.COM, TAPAKTUAN –Hingga Senin (25/04/2022), M Yunus (42), nelayan asal Gampong Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan yang dilaporkan hilang saat menjaring ikan di laut perairan setempat pada Sabtu (23/4/2022) kemarin belum juga ditemukan.

Tim gabungan terdiri dari Satgas SAR Aceh Selatan, BPBD Aceh Selatan, Basarnas Pos Meulaboh, Denbekang 00-44-01 Meulaboh, keluarga korban, Nelayan dan personel TNI/Polri terus melakukan upaya pencarian ikan di laut perairan setempat.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Fespati Aceh Tengah Kunjungi Dispora

“Hingga saat ini masih nihil. Kami masih di laut melakukan upaya pencarian. Kami mohon doa dari masyarakat agar M Yunus bisa segera ditemukan,” ungkap Ketua Satgas SAR Aceh Selatan, May Fendri SE saat dikonfirmasi, Senin (25/04/2022) sekira pukul 12.58 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, M Yunus (42), nelayan asal Gampong Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, Kabupaten Aceh Selatan dilaporkan hilang saat menjaring ikan di laut perairan setempat, Sabtu (23/4/2022).

Baca Juga:  Abu Heri, Petani Asal Meukek Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Bandang Trumon

Ketua Satgs SAR Aceh Selatan, May Fendri SE waktu itu menginformasikan bahwa yang bersangkutan pergi melaut setelah sahur diperairan laut Sibadeh, Kecamatan Bakongan Timur.

“Setelah salah seorang nelayan lain melihat yang bersangkutan tidak ada di dalam perahunya. Diduga jatuh ke laut tersangkut jaring karena jaring ikannya sudah tidak ada di dalam perahu,” ungkap May Fendri.

Informasi yang diterima, kondisi perahu ditemukan dalam keadaan terikat di tali jaring, sehingga kuat dugaan korban hilang setelah menebar jaringnya di perairan laut Bakongan.

Baca Juga:  Matangkan Persiapan MTQ ke 36, Pemkab Simeulue Gelar Pertemuan dengan Pihak Pertamina

Setelah dipastikan bahwa korban tidak ada dalam perahu, kemudian nelayan setempat menelpon keluarga korban untuk memastikan apakah korban pergi melaut atau tidak. Lalu pihak keluarga mengkonfirmasi bahwa korban pergi melaut.

Saat itu juga bersama nelayan lainnya langsung dilakukan upaya pencarian dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, seperti, TNI-Polri, BPBD dan SAR Aceh Selatan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.