Oknum PNS di Abdya Bantah Jalani Praktek Rentenir

Foto ilustrasi praktek rentenir. Sumber www.purwokertoinsight.com
Bagikan:

“Kabar yang beredar tentang saya itu tidak benar dan berujung fitnah. Informasi yang disampaikan si peminjam itu kepada media adalah fitnah dan sudah merugikan saya,” kata MM.

Jurnalis : Syamsurizal

ANTARAN|BLANGPIDIE – Oknum PNS berinisial MM di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) membantah menjalankan praktek rentenir seperti pengakuan warga Desa Kepala Bandar, Kecamatan Susoh, Kabupaten setempat.

“Kabar yang beredar tentang saya itu tidak benar dan berujung fitnah. Informasi yang disampaikan si peminjam itu kepada media adalah fitnah dan sudah merugikan saya,” kata MM, Minggu (27/8/203).

Dirinya mengaku selama ini tidak pernah mencari orang untuk dijadikan sebagai sasaran peminjam, apalagi merugikan pihak manapun guna meraup keuntungan besar dengan membungakan pinjaman.

“Mereka (peminjam) yang datang minta bantu dipinjamkan uang sama saya. Alhamdulillah, kebetulan saya ada rezeki jadi semampunya saya memberikan pinjaman untuk membantu mereka,” jelas MM.

Baca Juga:  Ringankan Beban Korban Banjir Bandang, Polres Aceh Selatan Turunkan Mobil Tangki Air

Setelah membantu, dirinya tidak pernah meminta pembayaran lebih. Ia menjelaskan jika jumlah uang yang dipinjamkan Rp 7 juta, maka si peminjam tetap membayar sesuai jumlah yang dipinjam.

“Buka pinjam 2 juta bayar 7 juta. Informasi yang disampaikan itu salah. Saya tidak membungakan uang, dan saya juga tidak ambil denda keterlambatan setoran, namun hanya meminta biaya untuk transportasi saja,” terang MM.

Tambah MM, sampai saat ini belum pernah melaporkan siapapun dalam persoalan pinjam meminjam tersebut, namun hanya membuat pengaduan kepada pihak Polsek.

“Bukan melaporkan mereka, tapi hanya pengaduan, hal ini saya lakukan untuk menghindari keributan saat penagihan, dan saya siap memberikan klarifikasi serta memiliki bukti kuat jika sewaktu-waktu diperlukan,” katanya.

Diberitakan Antaran sebelumnya, Oknum PNS berinisial MM bekerja di salah satu instansi di Pemerintahan Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ternyata punya pekerjaan yang menghasilkan banyak cuan dengan menjadi rentenir rumahan.

Baca Juga:  Berakhir Ramadan, Melahirkan Rasa Gembira dan Sedih 

Tidak tanggung-tanggung, PNS perempuan ini disebut – sebut berhasil meraup untung besar dari pekerjaan sampingannya itu. Betapa tidak, dengan hanya memberi pinjaman senilai Rp 2 juta, dalam lima bulan bisa menghasilkan Rp 7 juta.

Kalkulasinya adalah, Pinjaman Rp 2 juta, tambah bunga Rp 1 juta untuk satu bulan, dan jika telat dalam satu hari maka didenda Rp 50 ribu dan setiap peminjam harus melunasi 5 bulan tidak boleh lebih awal.

Keterangan ini seperti yang disampaikan oleh ibu rumah tangga berinisial U, Warga Desa Kepala Bandar, Kecamatan Susoh kabupaten setempat, Sabtu (26/8/2023).

“Kami diwajibkan membayar pinjaman di lima bulan, tidak boleh lebih cepat walau sudah ada uang untuk melunasi,” kata U saat mulai menceritakan keluhannya.

IRT berinisial U ini mengaku saat itu dirinya dan beberapa IRT lainnya terpaksa meminjam kepada MM karena terdesak. Karena tidak terlalu faham dengan surat menyurat, maka dia dan warga yang ikut meminjam dengan senang hati menandatangani perjanjian yang dibuat MM.

Baca Juga:  Banjir Belum Surut Sejumlah Rumah Warga Masih Terendam Air

“Memang ada surat perjanjian yang kami tanda tangani, karena kami memang sangat butuh uang dan karena tidak terlalu faham surat-surat maka kami teken perjanjian (tanda tangan), tapi ternyata isu surat mencekik kami,” ucapnya.

Karena telat membayar, dirinya dan sejumlah rekan-rekan yang ikut meminjam malah dilaporkan ke Polsek Susoh dan sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

“Di Polsek kami dimintai keterangan, dan kami menyampaikan apa adanya. Intinya kami berniat bayar, tapi dengan jumlah yang diminta oleh MM yakni lebih dari yang kami pinjam itu belum ada untuk saat ini makanya kami dilaporkan,” sebutnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.